JEPARA – Kilasfakta.com, Normalisasi saluran air atau drainase di sepanjang jalan wilayah desa penyangga PLTU TJB Jepara, terus dikebut oleh PT. Bangun Setia Sejahtera (PT. BSS) bersama Paguyuban Transportir Limbah.
Hal ini sebagai antisipasi banjir yang akan berimbas kerusakan jalan akses menuju PLTU TJB Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/3/2023).
Memasuki hari Ke-22 alat berat excavator mulai menyasar ke desa Wedelan Kecamatan Bangsri. Sebelumnya alat berat sudah menyelesaikan normalisasi drainase di desa Kancilan dan desa Tubanan, Kecamatan Kembang.
Mengingat, curah hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung di wilayah setempat, Sehingga perlu dilakukan normalisasi saluran air, sebagai bentuk kepedulian sosial bagi PT. Bangun Setia Sejahtera bersama Paguyuban Transportir Limbah salah satunya PT. Transmoda Putra Kartini.
Dirut PT. BSS Ponco Sujarwo akrab disapa Gus Co, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon mengatakan, “Sebagai kepedulian sosial kami dengan desa penyangga. Kami selalu bersinergi dengan Kepala desa sekitar untuk ikut partisipasi membangun desa,” jelas Ponco.
Ponco Sujarwo menambahkan, sehubungan dengan intensitas curah hujan yang masih meningkat akhir-akhir ini, Maka kegiatan tersebut terus dilaksanakan, Untuk menunjang kegiatan tersebut, PT. BSS menggandeng Paguyuban Transportasi Limbah Gybsum PLTU TJB Jepara.
Sementara Yanto dari pengurus paguyuban transportasi saat dikonfirmasi awak media di lokasi mengatakan, kalau kegiatan normalisasi saluran air di laksanakan bersama secara gotong-royong bersama anggota paguyuban transportasi.
“Bentuk kepedulian paguyuban transportasi terhadap desa penyangga PLTU TJB, kami laksanakan dengan bersinergi dengan PT. BSS sebagai pengelola operasional limbah Gypsum,” ujar Yanto.
“Normalisasi perlu dilakukan, mengingat berdampak langsung ke jalan akses PLTU TJB Jepara menjadi rusak,” kata Yanto biasa akrab disapa Brenggel.
Petinggi desa Wedelan H. Kasim meminta masyarakat perlu meningkatkan kesadaran mitigasi bencana banjir khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana banjir.
“Warga juga harus mengantisipasi sejak dini terjadinya bencana banjir,” kata H.Kasim.
“Kami mewakili warga Desa Wedelan, mengucapkan terima kasih kepada PT. BSS dan paguyuban transportasi yang telah peduli dengan lingkungan desa kami,” tambah H.Kasim,
Ia menambahkan, pelaksanaan normalisasi saluran air secara rutin dan pembersihan bahu jalan di wilayah desa penyangga, menjadi tanggung jawab bersama.
Sebelumnya normalisasi drainase dilakukan di desa Kancilan dan desa Tubanan sepanjang 12 kilometer.
Usai normalisasi desa Wedelan, bergeser ke desa Kedungleper sepanjang 10 kilometer, dan berakhir di desa Kaliaman, Kecamatan Kembang.
(Khuz)

