PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kesesi Kabupaten Pekalongan, beberapa bulan yang lalu sudah mulai beroperasi untuk pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Kesesi dan sekitarnya. Dengan beroperasinya rumah sakit tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan UKM dan UKP dengan pengembangan rumah sakit atau pembangunan gedung rawat inap RSUD Kesesi, masa pelaksanaan 150 (hari Kalender) dengan nilai pekerjaan Rp. 9.945.789.000,00, dan dikerjakan oleh Kontraktor pelaksana CV. Putra Pandawa.

Dengan berdirinya gedung tersebut, beberapa warga Perum. Griya Kesesi Indah mengeluhkan atas pembangunan gedung rawat inap yang berdekatan langsung dengan permukiman di sekitar RSUD. Pasalnya, pembangunan tersebut diduga kurangnya analisa desain dan kondisi di lapangan, karena posisi fasilitas bangunan berdekatan langsung dengan permukiman warga, juga tidak disertai saluran air, dan sebagian belum adanya pondasi penahan Longsor.
Ls warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya, kepada awak media mengeluhkan,” Waduh gimana ya, dapur yang tadinya terang sekarang menjadi gelap, kemudian puing-puing bangunan yang jatuh ke Selokan tidak dibersihkan kembali, material-material kelihatan berserakan, apabila hujan longsoran materialnya kesini semua, ke saluran air. Kemarin tetangga belakang rumah komplain dan melaporkan, karena disaat hujan air dan material tanahnya masuk kedapur,” keluh warga Perumahan, (14/12/2024).
Hal yang sama juga disampaikan oleh AG warga setempat bahwa,” Longsoran materialnya juga masuk kerumah sebelah Utara bangunan, karena memang belum ada saluran airnya. Beda dengan bangunan sebelah sarang Walet begitu selesai langsung rapi dan bersih,” ujarnya.

Dari hasil penelusuran awak media, bahwa pembangunan gedung rawat inap tersebut menjadi sorotan, karena pembangunan gedung tidak disertai adanya saluran air dan pondasi penahan Longsor. Maka pembangunan gedung tersebut diduga kurangnya kajian analisa desain dan kondisi di lapangan, sehingga menimbulkan dampak lingkungan serta ketidak nyamanan bagi warga setempat. (Tim/KF)

