KLATEN- Kilasfakta.com, Untuk mengabadikan penemuan puluhan kilogram emas di desa Wonoboyo. Pemerintah desa Wonoboyo, Kec. Jogonalan- Klaten,membangun monumen dan rumah situs di lokasi penemuan harta karun tersebut.
Pada tahun 1990 silam, ditemuan puluhan kg perhiasan emas oleh enam orang petani saat menggarap lahan.

Kades Wonoboyo, Supardiyono saat ditemui awak media” kilas fakta ” mengungkapkan, awalnya pihak desa Wonoboyo akan membuat museum. Tapi ternyata tidak bisa, karena tidak mungkin menghadirkan perhiasan emas temuan warganya itu yang kini disimpan di Museum Nasional, Jakarta.

Kita bangun saja rumah situs, bukan museum, sebab museum itu harus ada barang- barang temuan warga, tetapi kita bangun saja rumah situs bisa sekadar informasi kepada masyarakat Klaten.
Informasi jika ada temuan harta karun itu ada di desa Wonoboyo,” ungkap Kades Wonoboyo, Supardiyono.

Lebih lanjut, Supardiyono menambahkan , pendirian rumah situs itu, atas saran dari Museum Nasional dengan biaya dari dana desa. Di dalam rumah situs itu terpajang foto-foto perhiasan emas yang menjadi temukan oleh warga Wonoboyo.

Sementara itu, pihak Pemdes Wonoboyo, membangun rumah situs itu bertujuan hanya untuk sarana informasi saja. Apalagi untuk meminjam bukti harta karun itu jelas tidak mungkin, kalau mau membuat replika juga tidak mungkin, karena tidak ada cetakannya.

Di rumah situs itu, ada tulisan penjelasan soal sejarah temuan. Sumber informasi itu disajikan dalam bentuk buku.
Kita foto kopi lalu kita tempel di rumah situs ini sebagai informasi detail.

Harta karun itu diduga merupakan peninggalan masa kerajaan Mataram Kuno pada abad 8-9 M. Jumlah perhiasan emas yang ditemukan di Desa Wonoboyo, Kec. Jogonalan, Klaten itu, beratnya mencapai 27 kg.Perhiasan emas yang ditemukan oleh 6 orang warga Wonoboyo saat itu, emas puluhan kg tersebut berupa gelang, kelat bahu, badong, tas, bokor, koin uang emas dan lain -lain.” pungkas Kades Wonoboyo, Supardiyono. (Purwanto).

Terima kasih atas tanggapannya

%d blogger menyukai ini: