Sri Kuncoro, M.Pd

Kepala SD Negeri Bonagung 2 Tanon

Email : mr.kuncorro@gmail.com

Latar Belakang

Gadget atau teknologi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Penggunaan gadget pada anak saat ini menjadi semakin umum, baik untuk keperluan belajar, bermain, maupun berkomunikasi. Namun, penggunaan gadget pada anak juga menuai pro dan kontra. Beberapa orang percaya bahwa penggunaan gadget dapat memberikan manfaat, seperti memperluas pengetahuan anak, meningkatkan keterampilan teknologi, dan memfasilitasi komunikasi antara anak dengan orang tua atau teman-teman. Namun, di sisi lain, ada juga yang khawatir bahwa penggunaan gadget pada anak dapat berdampak negatif, seperti menurunkan kualitas tidur, memengaruhi kemampuan sosial anak, dan meningkatkan risiko terhadap gangguan kesehatan mental.

Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan pembatasan penggunaan gadget pada anak. Orang tua perlu memberikan batasan waktu penggunaan gadget, mengawasi konten yang diakses anak, serta memberikan pendidikan tentang penggunaan gadget yang sehat dan bertanggung jawab. Selain itu, penting bagi orang tua untuk tetap memberikan waktu yang cukup bagi anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan melakukan aktivitas fisik.

Dengan pengawasan yang tepat, penggunaan gadget pada anak dapat memberikan manfaat tanpa menimbulkan dampak negatif yang berlebihan. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengelola penggunaan gadget anak sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung perkembangan anak secara optimal.

Ir. Sukarno pernah berkata “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Dari sini dapat diketahui pentingnya pemuda bagi kemajuan suatu bangsa. Karena nantinya pemuda yang akan menggantikan sebagai pemimpin generasi sesudahnya. Salah satu factor yang perlu dipunyai oleh seorang pemimpin adalah ia mampu memimpin dirinya. Pentingnya penanaman pendidikan karakter harus diperhatikan sejak dini sehingga penanamannya juga harus dilakukan seja dini. Disamping itu pemuda harus dibekali dengan karakter dan adab dalam keluarga, pesan dari BJ Habibie “ Jadilah anak muda yang produktif, sehingga menjadi pribadi yang profesional dengan tidak melupakan dua hal yaitu iman dan takwa.”

Oleh karena itu sikap berperilaku dalam masyarakat akan sangat dilandasi oleh pendidikan yang utama dan pertama yaitu keluarga. Akan tetapi dalam kenyataanya tantangan pendidikan karakter semakin besar dengan berkembangnya pula teknologi dan media-media pada jaman sekarang. Banyak orang tua yang memberikan keluasan yang sebebas-bebasnya terhadap anaknya dengan membelikan gadget sejak usia dini sebelum anak benar-benar menjadi pemuda yang tangguh hal tersebut dilakukan dengan dalih lebih aman dan memudahkan mengawasi anak-anak ketika main gadget daripada main di luar. Para orang tua biasanya tidak memikirkan pengaruh jangka panjang yang muncul.

Semakin cepat dan pesatnya kemajuan teknologi sekarang tentunya juga akan membawa pada perubahan yang besar dalam berbagai macam hal kehidupan manusia. Begitu besarnya dampak gadget pada nilai-nilai kebudayaan. Gadget sudah dipastikan dimiliki oleh setiap manusia sekarang ini. Tidak hanya kalangan dewasa dan pekerja saja akan tetapi anak-anak bahkan balita sudah dipastikan mampu mengoperasikan gadget. Gadget digunakan oleh siapa orang dalam kegiatan hariannya. Hal tersebut juga membawa dampak tersendiri bagi penggunanya. Nilai positifnya antara lain mempermudah komunikasi, menambah pengetahuan, menambah teman. Akan tetapi banyak dampak negatif yang muncul antara lain merusak mata, mengubah postur tubuh, kulit wajah kendur, mengganggu pendengaran,menganggu saat istirahat (Puji Asmaul Chusna :2017) bahkan salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurmalasari dan Devi Wulandari (2018) menyimpulkan ada pengaruh antara penggunaan gadget dengan konsentrasi siswa. Hal tersebut tentunya juga berdampak pada pretasi siswa. Hal tersebut senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramdhan dkk (2018) dimana pengaruh gadget terhadap interaksi sosial pada siswa SD ternyata memberikan dampak negatif.

Dampak Gadget Pada Anak

Daya Kembang Anak dari Radiasi Gadget

Radiasi Elektromagnetik juga dihasilkan dari Radiasi Gadget. Walaupun Radiasi Gadget tak sekuat sinar X akan tetapi juga berpengaruh terhadap tubuh manusia. Radiasi tersebut akan terdampak akibat terkena secara terusmenerus dan diatara penyakit yang dihasilkan adalah sakit kepala, Alzhemer, tumor dan kanker. Hal tersebut akan sangat berbahaya Gadget pada anak-anak karena paparan radiasi lebih lama.

Pengaruh Gadget terhadap Perkembangan Anak

Gadget ibarat pisau bermata dua, karena mempunyai dampak positif maupun negative terhadap perkembangan anak. Adapun dampak positifnya antara lain:

Fungsi adaptif anak dapat berkembang

Fungsi adaptif seorang anak akan terbantu oleh Gadget artinya kemampuan seseorang dalam beradaptasi dan menyesuaikan diri mengikuti perkembangan jaman dan lingkungan. Jika gadget merupakan bentuk perkembangan zaman, maka mau tidak mau seorang anak harus tahu cara penggunaannya karena hal tersebut merupakan salah satu fungsi adaptif dalam perkembangan teknologi sekarang ini. Sebaliknya, anak yang tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi bisa dikatakan fungsi adaptifnya tidak berkembang secara normal.

Pengetahuan anak yang bertambah

Bentuk Nilai positif lain yaitu dengan menggunakan gadget akan dapat memberikan anak kesempatan dalam mengakses informasi. Pengerjaan tugas via online/internet merupakan tuntutan tersendiri dimasa sekarang

Jaringan pertemanan anak yang semakin luas

Mengembangkan komunikasi Pengaruh Gadget Pada Anak-Anak

Mempermudah perkembangan komunikasi

Kreatifitas anak lebih berkembang.

Dampak negative dari gadget antara lain :

Ketergantungan anak akan gadget

Dalam hal ini gadget sudah menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan dalam setiap aktivitas anak. Anak lebih suka bermain Gadget dari pada dengan teman sebayanya. Hal tersebut bisa saja membuat anak sulit berkonsentrasi dalam komunikasi dengan teman sebanyanya hal tersebut akan menjadikan anak malas bersosialisasi, bergerak dan beraktivitas.

Daya konsentrasi yang turun

Berlebihannya dalam menggunakan gadget pada anak akan mempunyai dampak turunnya daya konsentrasi dan menjadikan anak ketergantungan dalam mengerjakan berbagai hal yang seharusnya dapat dikerjakan sendiri oleh anak.

Akses Informasi Negatif

Internet merupakan bentuk akses tak terbatas yang dapat kita dapatkan. Dalam internet terdapat informasi positif maupun negative. Akses tersebut dapat dijangkau oleh anak-anak yang tidak ada pengawasan ketat oleh orang tuanya.

Berkurangnya sosialisasi

Sosialisasi merupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang anak karena gadget anak lebih memilih gadget daripada bersosialisasi hal tersebut berdampak psikologis anak Gadget diantaranya krisis percaya diri, juga pada perkembangan fisik anak.

Radiasi

Bentuk radiasi elektromagnetif mampu dipancarkan oleh gadget, meskipun tidak terlihat dan tidak dapat dirasakan langsung. Oleh karena itu orangtua harusnya bijak dalam melakukan pengawasan dan selektif terhadap instrument permainan yang ada di gadge.

Terganggunya fungsi PFC(Pre Frontal Cortex)

Kecanduan gadget yang mampu mempengaruhi perkembangan otak anak. Kontrol emosi, diri, tanggung jawab, pengambilan keputusan dan nilai-nilai moral lainnya merupakan bentuk fungsi PFC atau Pre Frontal Cortex. Anak kecanduan gadget salah satu contohnya game online, akan mengakibantkan hormon dopamine diproduksi secara berlebihan oleh otak yang mengakibatkan terganggunya fungsi PFC.

Introvert

Introvert merupakan bentuk kurang kedekatan antara orang tua dan anak. Hal tersebut dapat disebabkan oleh gadget. Anak-anak akan lebih memilih gadget daripada yang lainnya karena gadget lebih menarik sehingga gadget adalah segalagalanya bagi anak-anak. Anak-anak akan merasa galau, sedih dan gelisah jika dipisahkan atau dilarang menggunakan gadget tersebut. Sebagian besar waktu mereka habis untuk bermain dengan gadge ( Humaidillah, 2020)Pengaruh Gadget Pada Anak-Anak )

Strategi Efektif Orang Tua Mengatasi Anak yang Kecanduan Gadget

Tetapkan Batasan Waktu yang Jelas

Tentukan batasan waktu yang jelas untuk penggunaan gadget pada anak. Buat jadwal yang mengatur kapan dan berapa lama anak diizinkan menggunakan gadget. Misalnya, tetapkan waktu tertentu setiap hari yang dijadikan sebagai waktu khusus untuk menggunakan gadget, sambil membatasi penggunaan gadget di luar waktu tersebut.

Berikan Contoh Teladan

Sebagai orang tua, kamu harus menjadi contoh yang baik dalam penggunaan gadget. Jika anak melihat kamu menggunakan gadget secara bertanggung jawab dan membatasi penggunaan yang berlebihan, mereka lebih cenderung mengikuti jejak tersebut. Jadikan interaksi dan kegiatan bersama sebagai prioritas, sehingga anak melihat bahwa gadget bukan satu-satunya sumber hiburan.

Libatkan Anak dalam Aktivitas Alternatif

Cari tahu minat dan kegiatan lain yang menarik bagi anak, seperti olahraga, seni, membaca, atau bermain di luar rumah. Bantu mereka menemukan kegiatan yang memikat dan bermanfaat, serta dorong partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, anak akan merasa terlibat dan tertarik dengan aktivitas di luar gadget.

Atur Lingkungan

Ciptakan lingkungan di rumah yang tidak mendukung kecanduan gadget. Pastikan ada ruang yang khusus untuk bermain, membaca, atau berinteraksi dengan anggota keluarga. Batasi akses gadget di ruang tidur atau di meja makan. Buat peraturan bahwa gadget harus ditempatkan di luar jangkauan saat waktu tertentu, seperti sebelum tidur atau saat sedang belajar.

Berkomunikasi Terbuka dengan Anak

Bicarakan dengan anak tentang pentingnya penggunaan gadget yang sehat dan seimbang. Jelaskan efek negatif yang mungkin terjadi akibat kecanduan gadget, seperti kurangnya aktivitas fisik, kesulitan tidur, dan gangguan konsentrasi. Ajak anak untuk berbagi pengalaman dan perasaan mereka terkait penggunaan gadget. Dengan berkomunikasi terbuka, kamu dapat membangun pemahaman dan solusi bersama.

Monitor dan Batasi Konten yang Dapat Diakses

Pantau konten yang dapat diakses oleh anak di gadget mereka. Atur pengaturan keamanan dan kontrol orang tua untuk membatasi akses ke konten yang tidak sesuai atau berbahaya. Pastikan anak menggunakan aplikasi dan game yang cocok untuk usia mereka. (https://newfemme.co/id/artikel/detail/1726/strategi-efektif-mengatasi-kecanduan-gadget-pada-anak)

Kesimpulan

Mengatasi kecanduan gadget pada anak membutuhkan peran aktif orang tua dan upaya bersama. Dengan beberapa strategi efektif tersebut kita sebagai orang tua dapat membantu anak mengembangkan kebiasaan yang sehat dan seimbang dalam menggunakan teknologi. Dengan pendekatan yang konsisten dan dukungan yang positif, anak-anak dapat menjalin hubungan yang lebih sehat dengan gadget mereka, sambil tetap fokus pada pertumbuhan, perkembangan, dan interaksi sosial yang penting dalam kehidupan mereka.

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam penggunaan gadget pada anak. Mereka harus bertanggung jawab mengawasi dan mengontrol penggunaan gadget anak agar tidak berdampak negatif pada perkembangan mereka. Orang tua juga harus memberikan pemahaman tentang penggunaan gadget yang sehat dan memberikan batasan waktu penggunaan gadget agar anak tidak kecanduan serta tetap bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dengan peran yang baik dari orang tua, anak dapat menggunakan gadget secara bijaksana dan mendapatkan manfaat positif daripadanya.

Daftar Pustaka

Humaidillah, 2020, Pengaruh Gadget Pada Anak-Anak. Penerbit: LPPM UNHASY TEBUIRENG JOMBANG

Nurmalasari dan Devi Wulandari. 2018. Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Tingkat Prestasi Siswa Smpn Satu Atap Pakisjaya Karawang. Jurnalilmu Pengetahuan Dan Teknologi Komputer. VOL. 3. NO. 2FEBRUARI2018EISSN: 2527-4864

Puji Asmaul Chusna. 2017. Pengaruh Media Gadget Pada Perkembangan Karakter Anak. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Sosial Keagamaan

Ramdhan Witarsa, Rina Sri Mulyani Hadi, Nurhananik, Neneng Rini Haerani. 2018. Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar. PEDAGOGIK Vol. VI, No. 1, Februari 2018. 9-20 UU RI Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan nasional.

https://newfemme.co/id/artikel/detail/1726/strategi-efektif-mengatasi-kecanduan-gadget-pada-anak

Tentang Penulis:

Sri Kuncoro, M.Pd, dilahirkan di Sragen pada tanggal 6 Agustus 1980. Unit Kerja di SDN Bonagung 2 Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen, Pendidikan Terakhir S2 Magister Pendidikan Dasar di Universitas Terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *