PATI — Kilasfakta.com, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyatama, mengungkapkan bahwa saksi yang telah diperiksa meliputi siswa korban keracunan hingga pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1, penyedia menu MBG yang diduga menjadi sumber masalah.

“Ya, saat ini kita masih proses penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Dan untuk update-nya sampai sekarang ini, ya nanti bisa ditanyakan ke pihak rumah sakit atau kita masih update dulu lah,” ujar Kompol Dika, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya juga telah mengambil sampel menu MBG serta sisa muntahan dari para siswa untuk diuji di Laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati. Langkah ini diambil guna memastikan penyebab pasti gejala keracunan yang dialami ratusan korban.

“Kita juga sudah mengambil sampling makanan dan juga sisa apa muntahan dari para siswa untuk dilakukan uji laboratorium,” katanya.

Terkait kemungkinan penetapan tersangka, Kompol Dika menyebut hal itu masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Apabila ditemukan unsur pidana, polisi tidak menutup kemungkinan menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.

“Kita masih proses penyelidikan. Ya, saksi dari siswa dan juga dari SPPG sudah kita mintai keterangan. Nah, nanti kita sampaikan di perkembangan yang lebih lanjut,” tandasnya.

Kasus ini bermula saat ratusan siswa dan guru dari lima sekolah di Kecamatan Gembong mengalami gejala keracunan pada Rabu (9/9/2026), usai menyantap menu MBG dari SPPG Gembong 1 sehari sebelumnya. Berdasarkan data Dinkes Pati per Jumat (11/9/2026) pukul 11.00 WIB, total korban mencapai 424 orang, dengan gejala mual, pusing, muntah, hingga diare. (RED) *Ahm