KLATEN- Kilasfakta.com, Jajaran Polres Klaten bersama Kodim 0723/Klaten menggelar apel kesiapsiagaan, dalam rangka pengamanan Hari Raya Paskah tahun 2021, apel kesiapsiagaan tersebut dilaksanakan di di halaman Mapolres Klaten, Kamis, (01/4/21).

 

Apel dipimpin bersama oleh Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu SIK MH dan Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf Joni Eko Prasetyo SIP dan diikuti oleh personel Polres Klaten, personel Kodim, personel Satpol PP serta Dishub.

 

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu.SIK.MH mengatakan, bahwa pada tahun ini ada 34 tempat ibadah yang melaksanakan kegiatan ibadah Paskah. Kegiatan ibadah tersebut akan dijaga oleh 350 personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, Dishub dan juga mitra kamtibmas seperti Orari dan Rapi. Kepada seluruh personel tersebut, Kapolres menekankan agar melaksanakan pengamanan secara maksimal berkoordinasi dengan pengurus tempat ibadah.

 

“Laksanakan pengamanan dengan baik, bekerja sama dengan pengamanan internal sehingga pengamanan bisa maksimal. Karena mereka yang tahu jemaahnya sehingga memudahkan kita dalam pengamanan.”kata Kapolres.

 

Kapolres juga meminta anggota mewaspadai aksi-aksi kejahatan dan teror seperti yang terjadi sebelumnya di wilayah Makassar dan Mabes Polri. Setiap personel diminta lebih cermat sehingga mampu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga masyarakat yang menjalankan ibadah.

 

“Berkaitan dengan 2 kejadian tersebut tentunya kita tidak boleh memandang remeh situasi. Saya minta semuanya waspada. Perhatikan keamanan masing-masing, yang satu mengamankan yang satunya atau buddy system” Tegasnya

 

Sementara itu, Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf Joni Eko Prasetyo.SIP menyampaikan, bahwa jajarannya siap membackup kegiatan pengamanan tempat ibadah. Ia juga berpesan agar personel pengamanan harus lebih memperhatikan situasi di sekitar tempat ibadah dan peka terhadap hal-hal mencurigakan.

 

“Kita harus mempunyai naluri, insting manakala ada anomali atau hal-hal yang kiranya tidak wajar harus menjadi perhatian. Khususnya yang menggunakan non uniform harus melakukan deteksi dini dan cegah dini lebih dalam sehingga bisa dicegah.”pungkas Dandim. (Purwanto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *