
SRAGEN – Kilasfakta.com – Pemerintah Indonesia sering kali menggencarkan kegiatan literasi yang harus ditanamkan kepada anak usia dini, Namun semua masih masif dan belum ada capaian yang memuaskan. Berbagai persoalan, termasuk semakin pesatnya perkembangan teknologi menjadi penyebabnya.
Di tingkat Desa, kurangnya manajemen pengelolaan perpustakaan desa dengan baik menjadikan perpustakaan desa menjadi terbengkalai dan tidak lagi diminati oleh masyarakat, khususnya anak-anak.
Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak, TIM II KKN UNDIP telah mengadakan gerakan literasi di Taman Baca di Desa Pungsari Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen dengan memanfaatkan sebagian buku-buku yang sebelumnya sudah dimiliki oleh perpustakaan Desa Pungsari.
Gerakan literasi tersebut diusung dalam program kerja TIM II KKN UNDIP dengan judul “GENCAR : Gerakan Membaca Dan Belajar” pada (1/8/2024) lalu, Dalam kegiatan itu, berfokus pada peningkatan akses anak-anak terhadap buku dan bahan bacaan berkualitas, serta memberikan bimbingan dalam memahami isi bacaan. Kemudian pada akhir sesi
akan ditutup dengan kegiatan diskusi tentang apa yang sudah dibaca sebelumnya.
“Kegiatan Gencar tersebut dirancang untuk menarik minat baca anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif,” hal itu disampaikan Anindya Deanova prasetyorini jurusan Ilmu Perpustakaan Undip Semarang, selaku penanggung jawab program.
Anindya mengatakan, bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga untuk membangun karakter positif pada anak-anak. “Dengan membaca, anak-anak dapat memperoleh banyak pengetahuan, seperti prinsip moral dan etika, dari membaca.
“Kami berharap bahwa gerakan literasi ini akan membantu anak-anak di Desa Pungsari memperluas wawasan dan menumbuhkan rasa ingin tahu,” ucapnya.
Terpisah Kepala Desa Pungsari, Suparmin mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip Semarang.
“Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan perhatian yang diberikan oleh adik-adik mahasiswa. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi anak-anak kami untuk lebih mencintai membaca,”paparnya. Sabtu (17/8/2024).
Pihaknya berharap, program Gencar akan menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berpengetahuan luas, dan memiliki kebiasaan membaca yang kuat.
“Diharapkan upaya ini akan berlanjut dan menghasilkan efek positif kepada generasi penerus yang berkelanjutan,” harap kades Pungsari.(Hendro)
