PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Jum’at (6/8/2024) Pembangunan Hunian relokasi korban terdampak abrasi dan rob di Dukuh Simonet, Desa Semut Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, progresnya kurang lebih sudah 60 persen.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan pada bulan November nanti pembangunan akan rampung dan dapat dihuni warga terdampak. Hunian relokasi ini dibangun di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto.
Memang dulunya lahan tersebut merupakan milik Pemkab Pekalongan, yang kemudian dihibahkan untuk kepentingan relokasi hunian ini.
Hunian yang dibangun jumlahnya 100 unit. Nantinya akan diserahkan kepada 66 Kepala Keluarga (KK) warga Simonet dan sisanya untuk warga-warga bantaran Sungai Mrican-Sungai Buangan Pekuncen yang juga merupakan korban terdampak rob
Abduh Gazali selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Perumahan dan Lingkungan Hidup (Dinperkim-LH) Kabupaten Pekalongan menyampaikan,
“Rata-rata sudah 60 persen progres pembangunan hunian tersebut, dindingnya sudah berdiri, bahkan juga ada yang sudah sampai ke tahap pemasangan atap,” katanya.
Proyek ini bukan hanya didanai oleh Pemkab Pekalongan, Namun juga didukung oleh Pemerintah Provinsi Jateng dan CSR dari sejumlah pihak.
Selain hunian, proyek ini sekaligus membangun fasilitas umum seperti jalan, instalasi air, hingga tempat Ibadah.
“Kalau progres fasilitas umumnya, seperti jalan baru 30-an persen, Itu belum dibeton, karena saat ini jalannya masih digunakan untuk akses drop material pembangunan rumah,” ungkap Gazali.
Masing-masing KK terdampak akan mendapat jatah lahan sekitar 63,6 meter persegi, Dari total itu, 36 meter persegi lebih digunakan untuk bangunan hunian, Warga akan menerima jatah lahan tersebut dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM).
“Sertifikatnya sudah diselesaikan oleh pihak Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Jadi nanti tinggal serah terima ke warga ketika hunian sudah jadi,” pungkasnya. (Ida/Kf)

