SRAGEN – Kilasfakta.com, Hari ini bertempat di kediaman rumah Kades Srawung Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen, dilaksanakan kegiatan Posyandu Lansia oleh Puskesmas Gesi. Kegiatan posyandu lansia dilakukan guna menjangkau masyarakat yang sulit untuk datang ke Puskesmas Gesi, agar dapat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

Kegiatan posyandu lansia dilaksanakan 6 kali dalam 1 tahun ( 2 bulan sekali ). Hari Minggu (20/02/2022), gelar posyandu lansia bertempat di Rumah Kades Srawung, kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.
Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima terhadap lansia di posyandu, Adapun mekanisme pelaksanaan kegiatan yang dilakukan melalui 5 langkah.
Di awali dengan Pendaftaran, melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah, pencatatan pengisian di Kartu Menuju Sehat : Indek Massa Tubuh, tekanan darah, berat badan, tinggi badan, penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS dan pemberian makanan tambahan PMT Posyandu Lansia, dan yang terakhir adalah pelayanan Medis dengan memberikan pelayanan yang dilakukan oleh petugas dari Puskesmas/Kesehatan meliputi kegiatan pemeriksaan dan pengobatan ringan.
“Tim dari Puskesmas Gesi turut hadir dalam kegiatan rutin posyandu lansia hari ini dan di hadiri 30 peserta Posyandu Lansia di desa Srawung.”
Saat dikonfirmasi awak media, dr Diany Apriasanti selaku kepala Puskesmas Gesi mengatakan, “dengan adanya posyandu lansia, Pemerintah Desa Srawung melalui Puskesmas Gesi mengupayakan agar kesehatan para lansia dapat di pantau dan dapat menjalani masa tua yang bahagia dan berdaya guna. Sehingga, keberadaan lansia tidak akan membebani keluarga, masyarakat, dan pemerintah, sehingga meskipun di usia senja mereka tetap sehat dan produktif ,” jelasnya.
Diany menambahkan, pelayanan kesehatan di posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan Kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi. Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi lanjut usia dan kegiatan olah raga seperti senam lanjut usia, gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran, pungkasnya.

(Hendro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *