KARANGANYAR – Kilasfakta.com, Lokasi ini berkembang pesat mulai dari menjamurnya wisata kuliner hingga desa wisata yang menawarkan berbagai keunggulan mulai tebing hingga pemandangan kebun teh yang eksotis. Disisi lain suasana khas pegunungan cocok untuk menyegarkan pikiran dan melepas penat, Selasa (16-1-2024)

Pembangunan di kawasan kebun teh Kemuning direncanakan juga bekerjasama dengan Pemkab Karanganyar. Namun proses pembangunan juga mengalami beberapa persoalan hingga perlahan meluruskan berbagai kabar miring yang terjadi.

Beberapa pengembang yang bekerja sama dengan PT Rumpun Sari Kemuning selaku pemilik lahan mengakui adanya kerikil-kerikil dalam setiap perjalanan relokasi.
Sebelumnya jembatan kaca yang diberi nama Kemuning Sky Hills. Destinasi wisata tersebut mengusung konsep Agrowisata Kebun Teh telah terrealisasi, dan saat ini dimulai juga Argo Wisata Margo Lawu.

Saat ini proses pembangunannya masih dalam tahap pembersihan area untuk fondasi serta sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah desa setempat. Destinasi tersebut akan dilengkapi dengan pendukung seperti area parkir, food court plaza untuk UMKM., kafe, mushola, playground dan glamping di atas kebun teh.
Soal perencanaan pemanfaatan kawasan kebun teh Kemuning diatas lahan milik Kodam IV Diponegoro itu dikelola bertahap, masuk area Desa Gumeng yang dekat dengan Kemuning.

“Saat ini kami merelokasi sendiri, tidak ada unsur alih tangan lahan aset. Relokasi tempat yang kami garap masuk berada di Desa Kemuning Ngargoyoso dan Desa Gumeng Jenawi, yang kerjasama dengan PT Rumpun Sari Kemuning. Kalaupun ada alat berat, hanya untuk memeratakan lahan dan mengambil matrial bahan yang kami gunakan untuk sarana relokasi itu saja,” ungkap Rudi salah seorang perwakilan PT RSK dari satuan TNI ini pekan lalu.

Dia menambahkan, studi kelayakan pengembangan kawasan agrowisata Margo Lawu, yakni menggali potensi sekaligus merencanakan ide brilian di lahan. Aspek penting pengembangan pariwisata ditakar dari aksesibilitas, transportasi dan atraksi. Namun oleh PT RSK telah disiapkan skenario penunjang nantinya untuk keperluan transit ke obyek alam dan religi.

“Kawasan yang akan dikembangkan nanti diantaranya Resto, Rest Area, penginapan dan lahan parkir. akan ada gardu pandang, tempat parkir, souvenir, penginapan konsep alam, dan tempat bermain. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk agrowisata dengan konsep pemulihan lahan atau konservasi,” bebernya.

Seperti diketahui, berdasarkan tata ruang dari Pemerintahan di Kabupaten Karanganyar sendiri bahwasanya kawasan perkebunan teh Kemuning ditetapkan sebagai lokasi agrowisata, dalam arti kawasan wisata berbasis perkebunan pertanian teh dan perlu dijaga kelestariannya.

Tokoh masyarakat setempat dan birokrasi pemerintahan, T Setyarno S, Kep mengatakan, dibenarkan ada 5 desa yang diberikan corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan dalam pengelolaan kebun teh, kesemuanya berbasis agrowisata. PT RSK diberi mandat negara sebagai pemegang HGU perkebunan teh.
Menurutnya, soal relokasi tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon wisata di kawasan kebun teh nantinya. Lahan di Margo Lawu sendiri merupakan objek wisata yang digagas oleh pemerintah di Kabupaten Karanganyar.

“Surat tembusan kegiatan diakui ke 5 Desa, tembusan Polsek juga Koramil. Berkas lengkap dari notaris sampai diketahui Bupati. Saya kira sah, semoga masyarakat tidak terpancing berita miring yang dipelintir apalagi hoak, yang jelas tidak ada bahasa untuk menyingkirkan para penjual apalagi negatif. Mutlak nanti untuk kemajuan pemanfaatan bersama” terangnya.

Lanjut T Setyarno, relokasi dalam pengamatannya memanfaatkan matrial setempat. Menurutnya, aktifitas itu juga menguntungkan warga masyarakat, tidak ada yang dirugikan. Hadirnya perkebunan teh juga mendorong terbukanya isolasi penduduk pedesaan karena dibangunnya sarana transportasi baik di lingkungan perkebunan teh maupun di luar perkebunan teh. Kerja sama pemanfaatan kawasan kebun teh bakal mendulang keuntungan luar biasa bagi pengembangan bisnis pariwisata di Karanganyar.

Senada juga diungkapkan Kepala Desa Gumeng, Suryanto, relokasi perkebunan teh yang membentang tepat di wilayah Kecamatan Jenawi dan Kecamatan Ngargoyoso.
“Memang benar, aktifitas dilahan tersebut kami pihak Pemerintahan Desa juga mendapat surat pemberitahuan. Biarpun tidak musyawarah secara langsung tapi ada tembusan resmi,” ungkap.

Sementara itu, Direktur PT Rumpun Sari Kemuning (RSK), Walidi saat dikonfirmasi menyampaikan, pabrik teh yang berada tak jauh dari perkebunan mesin-mesin tua masih setia menggiling pucuk-pucuk dedaunan hingga kering. Pengunjung juga bisa membeli teh oleh-oleh dalam bentuk teh curah. Karena PT RSK hanya menghasilkan teh setengah jadi yang bakal disetor ke sejumlah pabrik teh besar.
“Soal uji kelayakan pengembangan kawasan wisata Kemuning bervisi jelas dan terbuka banyak alternatif konsep pengembangan di kawasan ini. Nantinya jika bisa memanfaatkan peluang banyak sekali potensi usaha yang bisa dijalankan. Harapan kami selain menjadikan ikon, juga memberikan kontribusi pada ekonomi desa, mempromosikan keberlanjutan lingkungan dan menghadirkan produk berkualitas tinggi bagi konsumen. Semoga pembahasan semuanya menuju ke arah lebih baik. Karena kami juga berharap adanya nilai-nilai destinasi wisata yang lebih baik.” tandasnya.
( Tim / Hendro )

Tinggalkan Balasan