Bambang Susilo, Wakil Ketua II DPRD PatiBambang Susilo, Wakil Ketua II DPRD Pati

PATI – Kilasfakta.com, Kabar mengenai belum cairnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan 3 dan 4 tahun 2025 di Kabupaten Pati akhirnya mendapat penjelasan dari DPRD setempat. Meski sempat menimbulkan keresahan, DPRD memastikan bahwa dana tersebut tidak hilang dan hanya mengalami keterlambatan pencairan.

Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh persoalan administrasi yang belum sepenuhnya rampung. Ia menegaskan bahwa TPG tetap akan dibayarkan kepada para guru yang berhak menerima.

“Yang disampaikan tadi, ini bukan tidak dibayar, tetapi tertunda karena ada beberapa persyaratan administrasi yang belum selesai,” ujar Bambang.

Menurutnya, anggaran TPG tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga pencairannya harus melalui mekanisme yang ketat. DPRD pun berkomitmen untuk mengawal proses ini agar segera terealisasi.

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta para guru untuk melapor jika terjadi kendala lebih lanjut.

“Kalau memang tidak dicairkan, silakan lapor ke kami. Kami siap menindaklanjuti melalui rapat komisi,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Disdikbud Pati, Paryanto, mengungkapkan bahwa terdapat 1.388 guru yang terdampak keterlambatan ini, dengan total anggaran mencapai Rp2,7 miliar. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi akibat proses administrasi regrouping yang belum selesai tepat waktu.

“Data administrasi regrouping yang terlambat menjadi penyebab utama belum cairnya tunjangan tersebut,” jelas Paryanto.

Meski demikian, ia memastikan bahwa dana tersebut sudah tersedia di kas daerah dan tinggal menunggu proses penyesuaian dalam perubahan APBD.

“Dana sudah ada di Kabupaten Pati, dan kami targetkan pencairan bisa dilakukan paling lambat akhir April,” tambahnya.

Dengan adanya kepastian ini, diharapkan para guru dapat sedikit lega sembari menunggu proses pencairan yang tengah berlangsung. (Adv)