
Ali Asyro’i, S.Pd.I.
SDN Prawoto 03 Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati
Role Playing, Tingkatkan pemahaman Tugas – tugas malaikat
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang ada di sekolah dasar. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memiliki tujuan membentuk peserta didik agar menjadi individu yang memahami dengan baik prinsip-prinsip Agama Islam terkait akhlak mulia, akidah yang benar (‘aqīdah ṣaḥīḥah) berdasar paham ahlus sunnah wal jamā`ah, syariat, dan perkembangan sejarah peradaban Islam, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam hubungannya dengan sang pencipta, diri sendiri, sesama warga negara, sesama manusia, maupun lingkungan alamnya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (Kemendikburistek:2022).
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti harus ditanamkan kepada peserta didik sejak dini. Di sekolah dasar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dianggap sebagai pelajaran yang membosankan karena lebih banyak pada materi hafalan. Sebagian besar peserta didik cenderung cepat jenuh dan tidak antusias pada pelajaran ini. Oleh karena itu sebagai guru, kita harus dapat melakukan proses refleksi diri jika pembelajaran yang kita sampaikan di kelas masih kurang optimal. Proses refleksi diri ini sangat perlu dilakukan guru agar dapat menganalisis kelemahan-kelemahan yang terjadi ketika proses pembelajaran di kelas. Dengan melakukan refleksi diri ini, diharapkan guru dapat mengatasi kelemahan pada proses pembelajaran yang dilakukan sebelumnya.
Proses refleksi diri juga dilakukan oleh penulis selaku guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SDN Prawoto 03 Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Berdasarkan hasil analisis penulis, peserta didik merasa jenuh dan bosan jika pembelajaran dilakukan secara monoton dan konvensional. Salah satu upaya untuk mengatasi kejenuhan peserta didik adalah dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat. Dalam pemilihan metode pembelajaran ini, harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan materi pelajaranyang akan disampaikan. Penulis menentukan akan menerapkan metode pembelajaran Role Playing (bermain peran) pada materi tugas-tugas malaikat.
Metode Role Playing (bermain peran) adalah berakting sesuai dengan peran yang telah ditentukan terlebih dahulu untuk tujuan-tujuan tertentu (Wahab:2009). Dengan penerapan metode Role Playing ini dapat menciptakan situasi belajar berdasarkan pengalaman dan menekankan dimensi tempat dan waktu sebagai bagian dari materi pelajaran, khususnya materi tugas-tugas malaikat.
Adapun langkah-langkah pembelajaran yang dapat dilakukan adalah Guru menyiapkan skenario yang akan diperagakan oleh siswa. Guru menyiapkan peserta didik untuk mempelajari dan memahami skenario yang akan diperagakan. Guru memilih siswa untuk yang sudah dipilih untuk memainkan peran sesuai skenario yang sudah disiapkan. Peserta didik yang lain membentuk kelompok untuk mengamati peran yang dimainkan dan diberikan lembar kerja siswa (LKS). Ketika selesai bermain peran, masing-masing kelompok membuat kesimpulan pada lembar kerja siswa (LKS). Guru kemudian memberikan kesimpulan secara umum dan memberikan soal evaluasi kepada siswa.
Dengan menggunakan model role playing pada materi tugas-tugas malaikat membuat siswa menjadi lebih paham dan mengingat masing-masing tugas malaikat tersebut. Dengan penggunaan model role playinh juga menjadikan peserta didik tidak jenuh dan bosan. Hal dikarena siswa melakukan dan melihat secara langsung peran atau tugas dari masing-masing malaikat tersebut.
