PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Hujan lebat terjadi hari Sabtu malam (7/2/2021) yang mengguyur di seluruh Kota dan Kabupaten Pekalongan, mengakibatkan sejumlah daerah terendam banjir. Akibat curah hujan yang sangat tinggi dan limpahan air dari pegunungan begitu deras serta tekanan air dari laut pasang (Rob) menyebabkan air sungai meluap menggenangi rumah rumah warga Kota dan Kabupatan Pekalongan.

Genangan air tersebut meluas sampai ke seluruh wilayah Pantura dan sekitarnya. Terutama di daerah yang berdekatan dengan pesisir pantai,Hingga saat ini belum juga surut.

Daria pantauan awak media, diketahui ada tujuh Kecamatan yang terlihat sangat memprihatinkan. Tujuh Kecamatan yang terendam banjir diantaranya, tiga titik di wilayah Kecamatan Pekalongan timur, utara dan barat Kota Pekalongan. Yang empat titik lagi di wilayah Kecamatan Wiradesa, Siwalan, Wonokerto dan Tirto Kabupaten Pekalongan.

Pihak pemerintah dari BNPB, TNI, POLRI dan relawan bergerak cepat mengevakuasi warga korban banjir yang rumahnya tergenang ketempat yang lebih aman.

Sementara warga yang terdampak banjir mengungsi di Masjid terdekat atau ditempat yang sudah disediakan oleh pemerintah desa/kelurahan masing masing dengan mendirikan dapur umum apa adanya.

Seorang warga korban banjir berharap kepada pemerintah dan pihak terkait untuk segera menyalurkan bantuan berupa bahan makanan dan obat obatan yang dibutuhkan para pengungsi, ketempat tempat yang terkena banjir.

Disisi lain ada seorang warga yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, “Kami sangat menyesalkan atas kejadian beberapa hari yang lalu, ada sejumlah warga yang mendatangi kantor dinas sosial untuk meminta bantuan, tetapi dipersulit dengan alasan surat pengantar dari kelurahanya kurang lengkap, hingga terjadi perdebatan. Warga sangat kecewa walau akhirnya bantuan tersebut diberikan,” ujarnya.

Karena dalam situasi seperti saat ini, seorang warga ada yang melihat beberapa oknum dinas sosial yang ada didalam kantor tidak merasa prihatin. Malahan sedang bernyanyi nyanyi (karaokenan) yang viral dimedia sosial.

“Padahal banjir kali ini termasuk yang terparah dari sebelumnya dan melumpuhkan sendi sendi perekonomian warga kota Pekalongan,” sambungnya.

Sebagai korban banjir, dia berharap kepada donasi yang ingin menyalurkan bantuannya, bisa langsung datang ke tempat pengungsian atau dapur umum yang tersebar dibeberapa titik wilayah pantura yang masih tergenang.

“Kami sangat berterima kasih atas uluran tangan dan bantuan saudara saudara dengan tulus ikhlas menyisihkan sebagian rejekinya kepada saudara kita yang terkena musibah,” pungkasnya.(al idris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *