NGAWI-Kilasfakta.com, Sabtu 25 Juli 2030 pukul 10.00 kejadian orang gantung diri di Dsn Nglencer, DS. Setono Kec. Ngrambe. Korban diketahui pertama oleh sdr. Parlan, 53 th, Tani, Rt03/03, Dsn. Nglencer, DS. Setono, Ngrambe. ( Pemilik kebun ).seperti biasanya dia melakukan aktifitas untuk bersih bersih serta mencari ranting kayu yg kering kebun.
Namun sesampainya di kebun sdr. Parlan sontak kaget melihat kakek kakek gantung diri di area kebunnya.
Dan melihat kejadian tersebut langsung Ia (Parlan) langsung melaporkan ke Pak Kasun.

Sadali 35 Th, Kasun Nglencer, Rt. 01/03, Ds. Setono, mendengar laporan warga langsung segera mendatangi lokasi.
Saat ditemukan warga, kondisi jasad tergantung menggunakan kain sarung.
Setelah memastikan kebenarannya, Sadali selaku Kasun bergegas langsung melaporkan kejadia ke Polsek Ngrambe.
Dengan sigap satu armada meluncur ke lokasi dan langsung melakukan identifikasi serta olah TKP.
Dari hasil identifikasi dan keterangan warga bahwa Korban bernama, Kromo timing 72 Th, Tani, RT. 1/3, Dsn. Nglencer, DS. Setono, Ngrambe.

dan dari hasil olah TKP dikejadian korban terlilit kain sarung warna hijau di pohon mahoni dengan ketinggian tali sekitar 120m dari tanah, sarung melilit dibagian tengkuk belakang melingkar di bawah telingga dengan simpul di depan wajah,dan wajah korban menempel pada pohon mahoni,kaki korban menekuk menyentuh tanah, jarak antara TKP dengan rumah korban sekitar 300 m.
Berdasarkan keterangan anaknya sdr. Wardiyanto, Dsn. Pucanganom, Ds/Kec. Kendal.
Korban sehari-hari tinggal sendirian di rumahnya.
Pada hari rabu pagi berangkat ke Kendal naik ojek kemudian menginap dirumahnya selama 2 hari 2 malam dikarenakan korban merasa sakit asam lambungnya kambuh, pada hari Jumat pagi sekitar pukul 07.00 wib korban minta pulang dan diantar oleh anaknya sdr. Wardiyanto pulang ke Dsn. Nglencer DS. Setono.

Riwayat kesehatan korban menderita sakit asam lambung dan sering melakukan pengobatan di Puskesmas Kec. Kendal ungkap sdr. Wardiyanto.

Hasil pemeriksaan dari pihak Puskesmas dr. FUAD R A dan SITI ROSIDAH, S.Kes Ns, bahwa tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan baik luka memar maupun luka terbuka di tubuh korban, lidah tidak menjulur, tidak diketemukan air mani maupun kotoran pada lubang anus, dan korban meninggal akibat kehabisan nafas dikarenakan adanya jeratan yang menekan pada saluran nafas di leher bagian belakang korban, korban diperkirakan meninggal sekitar 10 jam sebelum diketemukan karena sebagian tubuh korban sudah kaku.

(Agus Cahyono)

Terima kasih atas tanggapannya

%d blogger menyukai ini: