Kedelai lokal sangat dibutuhkanKedelai lokal sangat dibutuhkan

PATI – Kilasfakta.com, Ir. HM. Nur Sukarno selaku Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati,  mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati perlu ada perhatian serius kepada petani kedelai lokal. Sehingga diharapkan kedelai lokal bisa mengusai pasar di Kota Bumi Mina Tani sebagai produk pertanian unggulan.

Menurut Sukarno, bahwa kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu masih ketergantungan dengan kedelai impor. Oleh karena itu, pasokan kedelai kadang ada masalah. “Sebenarnya potensi kedelai di Kabupaten Pati cukup menjanjikan. Akan tetapi, belum ada perlindungan pada saat panen raya. Sehingga harga kedelai jadi jatuh, yang menyebabkan gairah untuk menanam kedelai tidak menjanjikan,” ungkap Sukarno.

Lebih lanjut, Anggota Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) ini meminta Pemerintah Kabupaten Pati mengatasi gejolak harga kedelai saat ini dengan memberdayakan para petani lokal, serta memberikan perlindungan pada saat panen raya.

“Kami rasa Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah harus sadar bahwa ketergantungan impor pasti berdampak serius terhadap stabilitas harga dan ketahanan pangan di negara kita. Padahal, kedelai ini sangat diperlukan di negeri ini,” tegas Sukarno.

Sebagaimana diketahui, produksi komoditas kedelai lokal hanya mencapai 42 persen atau 300 ribu ton dari total target 710 ribu ton di tahun 2022. Kemudian pada tahun 2023 ini, pemerintah juga hanya menargetkan produksi kedelai 590 ribu ton. Sementara total kebutuhan tahunan kedelai mencapai 2,9 juta ton (tahun 2022), yang mayoritas dipenuhi dari impor sebanyak 2,5 juta ton.

“Untuk itu pemerintah perlu memperhatikan nasib petani kedelai dengan menambah lahan penanaman kedelai mencapai 368 ribu hektar di 2023, supaya ada tambahan kenaikan produksi sekitar 213 ribu ton. Biar kebutuhan di negeri sendiri dapat terpenuhi,” pungkas Sukarno. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *