Views: 43
0 0
Tim Widodaren Rescue Dampingi Hajat Resepsi Pernikahan di Desa Gendingan
Categories: keamanankesehatan

Tim Widodaren Rescue Dampingi Hajat Resepsi Pernikahan di Desa Gendingan

Read Time:1 Minute, 55 Second

NGAWI-Kilasfakta.com, JATIM-Menikah di saat pandemi Covid-19 memang menjadi tantangan bagi calon pengantin dan keluarga.
Kebijakan tersebut juga merupakan wujud dari diberlakukannya normal baru atau new normal di Indonesia.
Sehingga prosesi pernikahan dan resepsi diatur sedemikian rupa agar bisa mengurangi risiko penularan Covid-19 di acara penuh bahagia.

Resepsi pernikahan diharapkan akan bisa kembali digelar di era new normal di Kabupaten Ngawi.
Apalagi Bupati Ngawi sudah memberikan ijin menggelar resepsi pernikahan, asalkan sesuai dengan standar kesehatan yang sesuai dengan protokol Covid-19.
Kini masyarakat Ngawi bisa bernafas lega sehingga sudah tidak ada lagi keraguan untuk bisa menggelar hajatan yang selama lima bulan ini tertunda karena pandemi Covid-19.
Seperti yang di lakukan oleh segenap Relawan dari berbagai organisasi kerelawanan di kecamatan Widodaren yang biasa di sebut Tim Widodaren Rescue.
Terlihat tidak seperti biasanya yang di lakukan tim widodaren Rescue, yang biasanya aktif di kegiatan kerelawanan dan SAR kebencanaan kini tim
Widodaren Rescue di tunjuk sebagai Satgas Covid-19 dan tentu saja di bawah binaan Forkopimcam Widodaren.

Sabtu (9/8/2020) Tim Widodaren Rescue di tunjuk sebagai Satgas di acara resepsi pernikahan di kediaman Bapak Puryono di Desa Gendingan kecamatan Widodaren.
Seperti yang di katakan Frendy (ketua tim kepanitiaan hajatan) anggota tim Widodaren Rescue, saat ini tugas kami adalah supaya hajatan gelar resepsi pernikahan kali ini, tetap mengedepankan anjuran Pemerintah yang sesuai dengan protokol Covid-19.
Di pintu masuk ada tim yg tugasnya mengukur suhu dari tamu undangan, dan setelah itu ada tim yang mengarahkan untuk cuci tangan.
Dan memasuki ruang resepsi ada juga tim yang bertugas untuk mengingatkan agar tamu undangan jangan bergerombol dan di anjurkan menempati tempat duduk yang telah di sediakan dan tentu saja sudah di tata berjarak satu meter dari tempat duduk sebelahnya.
Tim Widodaren Rescue juga tak bosen bosennya selalu mengingatkan agar tamu undangan selalu mengenakan masker.
Petugas penerima tamu dan pelayan (sinoman) juga wajib menggunakan masker dan sarung tangan, demikian juga dengan pemain musik serta biduannya.
ungkap Frendy tambahnya.

Kebahagiaan juga di ungkapkan oleh pihak keluarga mempelai kepada media Kilasfakta.
” alhamdulilah acara pernikahn anak kami berjalan lancar, dan kami sangat sangat berterimakasih sekali kepada tim widodaren Rescue, bahwasanya acara ini di pandu dan di arahkan sesuai dengan standar aturan pemerintah yang untuk kami taunya hanya setengah setengah”
Ungkap bapak Puryono selaku tuan rumah.

(Agus Cahyono)

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
kilasfakta

Recent Posts

Jumat Berkah Bagi-Bagi Nasi Sewelas Coffee

PATI - Kilasfakta.com, Pati (03/12/2021) - Sewelas Coffee terus mendulang pahala dan keberkahan dengan menggelar…

03/12/2021

Angka Covid-19 Menurun, Bupati Minta HIPMI Dukung Pemulihan Ekonomi Lokal

PATI - Kilasfakta.com, Kasus Covid-19 di Pati menunjukkan tren penurunan sejak beberapa bulan terakhir. Data…

03/12/2021

Dukung Vaksinasi, Wakil Ketua II DPRD Pati Minta Warga Tidak Takut Divaksin

PATI – Kilasfakta.com, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Hardi meminta warga untuk tidak takut…

30/11/2021

Pengurus PWI Kabupaten Pati Masa Bakti 2021-2024 Dilantik

PATI - Kilasfakta.com, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati Masa bakti 2021-2024 dilantik dan…

30/11/2021

PATI – Kilasfakta.com, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Hari meminta warga untuk tidak takut…

30/11/2021

Belum Selesai, DPRD Pati Perpanjang Pembahasan Tiga Raperda

PATI – Kilasfakta.com, Gabungan komisi di DPRD Kabupaten Pati akhirnya sepakat menambah waktu untuk membahasa…

30/11/2021