Tingkatkan Keaktifan Belajar Siswa Dengan Metode QSHTingkatkan Keaktifan Belajar Siswa Dengan Metode QSH

Tingkatkan Keaktifan Belajar Siswa Dengan Metode QSH

Wagirah, S.Pd.SD.

Guru SDN Suwaduk 02, Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati

Pendidikan PKn di sekolah dasar sangat penting dalam pembentukan pribadi warga negara agar mampu memahami dan melaksanakan hak-hak serta kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 (Depdiknas, 2006:97-104). Penanaman nilai-nilai pancasila sejak jenjang sekolah dasar diharapkan membuat perilaku peserta didik sesuai dengan pengamalan pancasila, karena pada usia tersebut siswa cenderung berperilaku beragam terhadap teman atau guru di lingkungan sekolah.

Peran guru untuk membekali dan mengembangkan nilai sikap dan moral pada diri siswa di sekolah dasar tentu sangat diperlukan. Untuk pengenalan nilai-nilai pancasila harus dimulai dari hal-hal kecil seperti pengenalan simbol-simbol pancasila sebelum masuk ke materi yang lebih luas lagi. Namun untuk menyampaikan materi tersebut kepada siswa diperlukan metode yang mengaktifkan agar mereka menjadi lebih semangat dalam pembelajaran, karena jika tidak maka pembelajaran akan cenderung monoton sehingga konsep pancasil melalui pengenalan simbol-simbolnya tidak akan bermakna bagi siswa.

Berkaca dari hal tersebut maka penulis yang merupakan guru kelas II SDN Suwaduk 02 Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati berinisiatif untuk meningkatkan pembelajaran PKn dengan materi makna lima simbol pancasila menggunakan metode pembelajaran Questions Student Have yang selanjutnya disingkat dengan istilah QSH. Pada pembelajaran sebelumnya dengan metode konvensional pembelajaran berlangsung monoton, hal ini terlihat dari tidak aktifnya siswa sehingga berdampak pada menurunnya nilai yang diperoleh. Sehingga dengan penerapan metode QSH diharapkan mampu merubah pembelajaran dengan menjadikan siswa lebih aktif dan bersemangat.

Metode QSH merupakan strategi yang menuntut siswa untuk bertanya dalam bentuk tulisan sehingga mendorong siswa untuk berpikir dalam memecahkan masalah suatu soal, menyelediki dan menilai penguasaan siswa tentang bahan pelajaran, membangkitkan minat siswa untuk sesuatu sehingga akan menimbulkan keinginan untuk mempelajarinya serta menarik perhatian siswa dalam belajar. Zaini (2006:17) menyatakan QSH merupakan teknik yang mudah dilakukan yang dapat dipakai untuk mengetahui kebutuhan dan harapan siswa.

Menurut Silberman (2006) langkah-langkah dalam metode pembelajaran QSH adalah, pertama dengan memberikan kartu indeks kosong kepada tiap siswa, kemudian siswa menulis pertanyaan yang mereka miliki pada kartu tersebut. Kedua, bagikan kartu tersebut ke seluruh kelompok searah jarum jam, kartu berpindah secara bergiliran dan jika siswa telah membaca bisa memberikan centrang jika pertanyaan tersebut juga menjadi masalahnya. Ketiga, jika semua kartu telah kembali pada pemiliknya maka tiap siswa harus meninjau semua pertanyaan di kelompoknya, pilih pertanyaan yang paling banyak mendapat centrangan untuk segera dibahas secara bersama-sama secara mandiri maupun dalam kelompok. Keempat, siswa berbagi pertanyaan diantara mereka secara sukarela walaupun pertanyaan mereka itu tidak mendapatkan centrang paling banyak, selanjutnya kartu yang sedikit mendapat centrangan juga dikumpulkan karena bisa menjadi referensi pada pembelajaran selanjutnya.

Kelebihan penggunaan metode QSH ini antara lain menambah keaktifan belajar siswa, serta bagi guru adalah untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap suatu materi. Sementara kelemahan pada metode ini antara lain membutuhkan waktu yang lama dalam pelaksanaanya, serta siswa cenderung akan mengalami kesulitan dalam menuliskan pertanyaan terhadap materi yang kurang dipahami.

Dengan penerapan metode QSH terbukti mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran materi makna lima simbol pancasila. hal ini dibuktikan dengan semakin aktifnya siswa dalam pembelajaran serta naiknya nilai yang diperoleh siswa. Sehingga penulis sangat merekomendasikan metode ini untuk dapat diterapkan dalam setiap pembelajaran di kelas.

Tinggalkan Balasan