PATI – Kilasfakta.com, Trend transaksi online yang saat ini sedang digandrungi masyarakat. Jual beli cukup menggunakan fasilitas yang ada di HP, barang bisa dipesan dan dikirim ke alamat pemesan melalui jasa pengiriman yang saat sekarang juga sedang menjamur.
Sering terjadi penipuan online yang menimpa masyarakat, dengan berbagai macam modus dan peristiwa yang bervariasi dan beragam dalam mengelabui calon korbannya.
Dalam hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Warsiti berpesan, agar masyarakat tetap waspada. “Jangan tergiur dengan harga yang murah dan discount tinggi yang ditawarkan. Kita harus selektif agar tidak menjadi korban oknum yang tidak bertanggung jawab,” pesan Warsiti.
Saat ini, banyak ditawarkan, baik melalui SMS, pesan Whatsapp, dan lain sebagainya. “Kuncinya, jangan memercayai kalimat-kalimat hiperbola, yang menjanjikan hal-hal yang indah dan manis. Salah satu ciri penipuan online, kalimatnya selalu hiperbola, menjanjikan hal yang indah agar calon korban tertarik,” sambungnya.
Sebagaimana diketahui, sering dijumpai peristiwa, dimana seseorang tiba-tiba tabungan di ATM terkuras. Ada lagi pembelian lewat online, namun barang yang diterima tidak sesuai dengan yang ditawarkan. Ada lagi, uang sudah ditranfer, namun barang tidak jadi dikirim, sementara nomor yang bersangkutan sudah tidak bisa dihubungi.
Lebh lanjut, Anggota Komisi A DPRD Pati ini berharap, agar masyarakat tidak membagikan data pribadi, kata sandi, nomor PIN, atau OTP. “Selalu jaga privasi, dan lindungi data pribadi,” pungkasnya.
Pewarta: Purwoko

