PEKALONGAN — Kilasfakta.com, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pekalongan menggelar kegiatan bertajuk Aksi Sosial Klien Pemasyarakatan Peduli Bersih-Bersih Lingkungan. Kegiatan gotong royong yang berlangsung di lingkungan Kantor Bapas Kelas II Pekalongan ini melibatkan para petugas serta sejumlah Klien Pemasyarakatan yang tengah menjalani program bimbingan dan integrasi sosial, pada Kamis (23/7/2026).
Aksi bersih-bersih ini dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas II Pekalongan, Tri Haryanto, bersama para Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Sasaran utama aksi kerja bakti ini meliputi area halaman kantor, fasilitas parkir kendaraan, hingga lingkungan di sekitar kantor Bapas.
“Melalui aksi sosial ini, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan dan rasa tanggung jawab sosial kepada para klien agar mereka memiliki bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Tri Haryanto di sela-sela kegiatan.
Selain menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan kerja, kegiatan tersebut dirancang sebagai salah satu metode pembimbingan edukatif. Bapas Pekalongan meyakini bahwa pembimbingan bagi klien tidak hanya berfokus pada dialog formal di ruang konseling, tetapi juga melalui aksi nyata yang melatih kedisiplinan, kebersamaan, serta kepedulian terhadap fasilitas publik dan lingkungan hidup.
Suasana penuh semangat kebersamaan terpancar sepanjang kegiatan berlangsung. Para Klien Pemasyarakatan tampak antusias membersihkan area parkir dan halaman dengan arahan dari para petugas yang mendampingi.
“Kami sangat senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Selain membuat kantor Bapas jadi bersih dan rapi, kegiatan ini juga mengajarkan kami tentang pentingnya kerja sama dan rasa kebersamaan,” ungkap salah seorang Klien Pemasyarakatan yang mengikuti kegiatan.
Seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Kepala Bapas Pekalongan menegaskan bahwa program aksi sosial seperti ini tidak akan berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan akan diupayakan untuk dilaksanakan secara rutin.
“Kegiatan semacam ini akan kami laksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembimbingan berkala untuk terus memupuk jiwa sosial para klien,” tambah Tri Haryanto.
Pelaksanaan kegiatan ini juga telah dilaporkan secara resmi kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah sebagai bentuk akuntabilitas dan laporan kinerja. Diharapkan, inovasi pembimbingan berbasis aksi sosial ini dapat mempercepat proses reintegrasi sosial klien sekaligus membangun citra positif Pemasyarakatan di mata masyarakat. (Kf)

