GROBOGAN – Kilasfakta.com, Warga Binaan Pemasyarakatan Penghuni Lapas Kelas IIB Purwodadi menerima bimbingan konseling sekaligus Sosialisasi Kesehatan Mental.

Acara digelar di Aula Lapas Purwodadi Sabtu (27/8/2022) dan diikuti oleh seluruh warga binaan pemasyarakatan.

 

Kegiatan dibuka oleh Wahyu Kusriyono Qorim Selaku Kepala Sub Seksi Perawatan Narapidana dan Anak Didik Narapidana baik Pria maupun Wanita.

Dikatakannya, Sosialisasi Kesehatan Mental ini dilaksanakan dengan tujuan warga binaan dapat mengurangi ataupun menghindari stres selama menjalani pidana di dalam lapas.

Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi warga binaan yang sedang mengalami kecemasan bahkan stres, tegas Wahyu Kusriyono Qorim.

Dalam kesempatan yang sama, Wahyu Kusriyono Qorim Selaku Kasubsi Perawatan Narapidana/Anak Didik Narapidana didampingi dua tenaga kesehatan lapas, yakni Ayu Farahnas Hanindhita dan Dian Tri Handayani

 

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dan kolaborasi Lapas Purwodadi dengan Tarisa Masiswa Magang dari Universitas Muhamaddiyah Surakarta yang sedang melaksanakan orientasi di Lapas Purwodadi, imbuhnya.

 

Saat memberikan sambutannya, Mustofa Selaku Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja mengungkapkan, seluruh warga binaan yang memperoleh putusan dalam proses persidangan pasti mengalami perubahan mental.

“Perubahan ini akan menyebabkan bahkan mengakibatkan kecemasan ataupun kekhawatiran berlebihan, sehingga dapat menyebabkan gangguan keamanan didalam lapas”, tegas Mustofa

 

Tarisa selaku pembawa materi memaparkan, gangguan kesehatan mental yang sering dialami warga binaan diantaranya ; trauma dan cemas berlebih hingga menyebabkan gangguan tidur.

“Jika masalah tersebut tidak segera diatasi, akan menyebabkan rasa frustasi bahkan bisa mengarah percobaan bunuh diri”, paparnya.

 

Dijelaskan pula, bahwa pentingnya kegiatan sosialisasi ini ke depan warga binaan tidak malas untuk melakukan relaksasi bersama.

Adapun tujuan relaksasi yakni dapat menekan dan mengurangi rasa cemas yang berlebihan. Sedangkan teknik relaksasi dapat dilakukan 4 – 5 kali dalam seminggu, terang Tarisa.

 

Diakhir kegiatan, Mustofa mengucapkan Syukur Alhamdulillah dan memberikan apresiasi kepada Mahasiswa Universitas Muhamaddiyah Surakarta Tarisa atas waktu dan kerjasamanya dalam memberikan ilmu dan pandangan terhadap narapidana di Lapas Purwodadi ini, Pungkasnya. (AL.1 – Pwdd)

Tinggalkan Balasan