Anggota DPRD Pati, Jaza Khaerul SofyanAnggota DPRD Pati, Jaza Khaerul Sofyan

PATI – Kilasfakta.com, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat setidaknya ada sebanyak 33 desa di 8 kecamatan yang mengalami krisis air bersih imbas dari musim kemarau panjang. Sumber mata air yang kering membuat sebagian warga menggantungkan kebutuhan air bersih dari bantuan pemerintah hingga relawan.

Menanggapi adanya bencana tahunan ini, anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Pati, Jaza Khaerul Sofyan berharap agar bantuan air bersih terus digalakkan dan tidak boleh berhenti sebelum musim hujan tiba. Karena menurutnya, kebutuhan air adalah yang utama untuk aktivitas sehari-hari dan harus bisa dipenuhi.

“Harapannya memang jangan sampai berhenti, warga pasti membutuhkan air bersih. Ini harus menjadi persoalan kita bersama,” ujarnya.

Politisi dari Partai Golkar yang baru saja dilantik itu mengaku juga sering membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. Utamanya di daerah pemilihan IV seperti di Kecamatan Winong, Jakenan, Jaken, dan Pucakwangi. Pria yang akrab disapa Saprol itu mengaku prihatin dengan bencana Kekeringan yang tiap tahun menghantui masyarakat Pati Selatan.

“Saya sendiri punya truk tangki air bersih. Jadi, untuk bantuan air bersih ini, truk tangki saya sudah mulai jalan untuk membantu desa-desa yang mengalami kekeringan. Karena itu sudah saya lakukan bertahun-tahun yang lalu. Bahkan, sudah lima tahun lebih,” paparnya.

Tentunya, dirinya berharap agar nantinya ada solusi nyata dari pemerintah untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi setiap tahun tersebut. Sebab, kebutuhan air bersih menjadi salah satu masalah serius bagi masyarakat Pati Selatan. Tak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, Saprol menilai kebutuhan akan air bersih juga dibutuhkan oleh petani.

“Petani juga kasihan kalau tidak ada hujan, sawahnya kering. Ini harus ada solusinya, jangan hanya dibantu. Memang penting dibantu, tetapi juga dicarikan solusi jangka panjang,” tutupnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan