Hj. Muntamah, MM, M.Pd Anggota DPRD PatiHj. Muntamah, MM, M.Pd Anggota DPRD Pati

PATI- Kilasfakta.com, – Penyakit Demam Berdarah Dengeu atau DBD kini sudah banyak dirisaukan masyarakat. Di Desa Wedarijaksa, sudah banyak warga yang diserang penyakit yang diakibatkan nyamuk aedes aegypty tersebut. Salah satu cara untuk mencegah merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) adalah dengan melakukan PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk). Hal itu disampaikan salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Hj. Muntamah. “Dengan melakukan PSN secara berkala, maka kita dapat menghambat siklus hidup nyamuk, yaitu dari telur, jentik, pupa, hingga dewasa,” ujarnya.

Menurutnya, PSN merupakan upaya untuk menghilangkan atau mengurangi tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, seperti genangan air, barang-barang bekas, atau lubang-lubang pada pagar bambu, dan lain sebagainya. Dia mengajak masyarakat untuk mewaspadai ancaman penyakit yang sangat berbahaya tersebut.

“Pada saat ini, penyebaran nyamuk masih meningkat di hampir seluruh wilayah Kabupaten Pati. Kita perlu melakukan antisipasi agar nyamuk tidak mudah berkembang yang berpotensi menimbulkan penyakit demam berdarah,” ungkapnya.

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, selain mengandalkan fogging dari pemerintah, dirinya mengajak masyarakat untuk menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk secara rutin dan bersama-sama. “PSN ini dapat dikoordinir oleh masing-masing RT setempat, dengan melibatkan warga, dan dapat dilakukan secara berkala. PSN ini akan lebih efektif, jika dibandingkan harus menunggu fogging,” lanjutnya.

PSN, sambungnya, dapat dilakukan dengan beberapa kegiatan, diantaranya adalah dengan menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, toren, atau drum, minimal 1 kali dalam seminggu, agar jentik-jentik nyamuk bisa mati dan tidak berkembang di dalam air. Selain itu, lanjutnya, yaitu dengan menutup rapat tempat penampungan air, seperti tempayan, botol, atau kaleng. (Adv)