CILACAP – Kilasfakta.com, Tingkat penggunaan ponsel pada saat ini terus semakin meningkat. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak merupakan pengguna ponsel yang terbilang cukup aktif. Walaupun digunakan untuk kegiatan yang berbeda, tetap saja penggunaan ponsel secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Penyebab terganggunya kesehatan pada anak yang bermain ponsel dikarenakan adanya radiasi. Radiasi ponsel menjadi faktor penyebab risiko kesehatan menurun, dan bahkan akan memiliki dampak penyakit yang lebih berbahaya terhadap anak-anak.
Para peneliti mencurigai adanya risiko lebih tinggi pada anak-anak terhadap radiasi yang terdapat pada ponsel. Hal ini dikarenakan penyerapan radiasi pada anak lebih tinggi, dibandingkan dengan orang dewasa.
Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jaringan otak, tengkorak kepala, dan ukuran tubuh yang berbeda dengan orang dewasa. Hal ini membuat anak lebih rentan terhadap paparan radiasi pada ponsel.
Karena kondisi fisik yang berbeda dengan orang dewasa, maka perlu membatasi durasi penggunaan ponsel pada anak. Anda perlu memperhatikan dan tegas pada anak untuk membatasi penggunaan ponsel untuk mencegah risiko penyakit yang tidak diinginkan.
Adalah Yayasan Salam Abadi Indonesia (YASIN) Cilacap bersama Komunitas Pengusaha Muda Indonesia (KPMI) Jumat 21/01/2022 melakukan edukasi dan sosialisasi bahaya radiasi dari Handpone, laptop dan Wifi di SMK Muhammadiyah Sampang, Cilacap, sebagai nara sumber dari Komunitas Pengusaha Muda Indonesia (KPMI) hadir Dwi Astuti S.Pd selaku Marketing Exclusive KBS/Ketua PPAB KBS, hadir juga Mukhlis SH dan Ade Ismail perwakilan dari divisi Kesehatan Pandu Pembangun Masyarakat dan perwakilan dari Yayasan Salam Abadi Indonesia hadir Warsan selaku koordinator representative kesehataan Banyumas Raya.
Kegiatan edukasi ini diikuti oleh puluhan siswa dan siswi SMK Muhammadiyah Sampang, adapun tujuan edukasi ini adalah memberikan pemahaman bahwa penggunaan HP atau Laptop sangat rentan terhadap radiasi yang akan menyebabkan bahaya bagi perkembangan otak dan pertumbuhan fisik anak.
Dalam pemaparannya Ibu Dwi Astutik menekankan bahwa bahaya radiasi laptop ini harus segera dipahami oleh para siswa, “upaya pencegahan sedini mungkin terhadap bahaya yang disebabkan oleh radiasi HP harus segera dilakukan, salah satunya adalah melalui pemanfaatan anti radiasi ion negative yang disebut IEC (Ion Energi Card), dengan menggunakan tehnologi Nano MOX IEC tersebut mampu mencegah dan mengurangi paparan gelombang dari radiasi perangkat elektronik disekitar kita” terang Astuti.
Sementara itu, menurut Hidayah dan Riman guru SMK Muhammadiyah Sampang Cilacap memberikan apresiasi positive terhadap pelaksannaan edukasi bahaya radiasi laptop dan HP ini, “Sangat bagus sekali, karena anak anak (siswa) tidak bisa terlepas dari HP maka pemahaman ini harus segera di sosialisasikan” ujar Hidayah.
Dalam kesempatan lain, Sudjatmoko pembina Yayaysan Salam Abadi Indonesia mengharapkan agar kegiatan edukasi-edukasi semacam ini terus dilakukan di setiap sekolah sekolah di kabupaten Cilacap, “ini adalah bentuk riil kegiatan YASIN dalam menjabarkan makna Khoirun anfa’uhum linnas, ” tambahnya. (warsan).

