Hj. MuntamahHj. Muntamah

PATI – Kilasfakta.com, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah mengatakan bahwa keseteraan gender di Indonesia masih perlu diperjuangkan. Yang mana, kesetaraan gender masih terbelenggu oleh kultur Jawa dahulu. Seperti perempuan dianggap sebagai konco wingking (teman belakang).

“Sebetulnya peran perempuan pada masa kerajaan dulu sudah luar biasa, banyak yang sudah menjadi ratu, seperti Ratu Kaliyamat. Tetapi dengan datangnya penjajah, maka none Belanda menjadi teman belakangnya pejabat-pejabat yang ada di Indonesia,” ucap dia.

Lebih lanjut, Muntamah menyampaikan jika perempuan ingin menyamakan posisi dengan laki-laki, maka harus selangkah lebih maju SDM-nya. Menurut Muntamah, perempuan yang ikut berpolitik harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih dari laki-laki. Sehingga fungsi politiknya bisa optimal. Oleh karena itu, perempuan harus bisa berfikir secara lebih luas.

“Ketika peran di domestiknya sudah bisa dibagi dengan peran publik. Baik sebagai aktivis organisasi, kemudian aktivis di politik. Menurut saya, peran perempuan di politik sangat penting. Apalagi jabatan publik masih dominan oleh laki-laki,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kesetaraan gender adalah pandangan bahwa semua orang harus menerima perlakuan yang setara dan tidak didiskriminasi berdasarkan identitas gender mereka yang bersifat kodrati. Dalam praktiknya, tujuan dari kesetaraan gender adalah agar tiap orang memperoleh perlakuan yang sama dan adil dalam masyarakat, tidak hanya dalam bidang politik, di tempat kerja, atau bidang yang terkait dengan kebijakan tertentu. (Wk/Kf)

Tinggalkan Balasan