Ir, HM. Nur Sukarno Anggota DPRD Pati Fraksi GolkarIr, HM. Nur Sukarno Anggota DPRD Pati Fraksi Golkar

PATI – Kilasfakta.com, Ir. HM. Nur Sukarno salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati yang sangat dekat dengan petani menyarankan agar menghadapi musim kemarau tahun ini, petani beralih ke tanaman holtikultura atau jenis palawija. Sukarno menyebut, tanaman palawija tidak membutuhkan banyak pengairan, seperti padi dan sejenisnya. “Musim kemarau tahun ini, diprediksi bakal lebih panjang, dan hal ini cukup memprihatinkan bagi para petani,” tuturnya kepada Kilasfakta.com.

Sukarno mengatakan, dari data yang ada, musim kemarau tahun ini akan mulai pada bulan Mei hingga Oktober. “Jika musim kemarau seperti itu, maka sebaiknya petani beralih ke tanaman palawija yang tidak begitu banyak membutuhkan pengairan,” sambung Sukarno.

Legislator yang sangat dekat dengan para awak media di Kabupaten Pati ini pun menambahkan, tanaman holtikultura tidak kalah dengan tanaman padi. Bahkan dengan adanya banyak ragam yang bisa ditanam petani, maka akan mampu menjaga stock barang di pasaran yang sekaligus dapat mampu menjaga stabilitas harga.

Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengingatkan, jika para petani memaksakan menanam padi pada musim kemarau, maka ditakutkan akan dapat merugikan nasib petani. “Tanaman padi ini membutuhkan pengairan yang cukup. sehingga, jika petani memaksakan menanam padi, maka kami kawatir akan kekurangan air dan dapat berakibat gagal panen,” sambung Sukarno.

Kecuali, lanjut Sukarno, bagi para petani yang sudah memiliki tandonan air secara pasti. Seperti di pegunungan yang selalu ada air, atau di lokasi yang dekat dengan sungai yang bisa memastikan pasokan airnya cukup.

“Kalau tidak bisa memastikan persediaan air benar-benar cukup untuk mengairi sawah, maka kami menyarankan untuk menanam jenis holtikultura atau jenis palawija. Ini akan lebih aman,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan