
Endang Karniti Jumiatin, S.Pd.
SD Negeri Tlutup Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati
Tingkatkan Keaktifan Siswa dengan Snowball Throwing
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Pendidikan telah menjadi salah satu dari tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Pada pelaksanan pendidikan ada beberapa faktor yang harus dipenuhi agar terciptanya pendidikan yang sesuai dengan tujuan nasional. Faktor tersebut antara lain pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan formal contohnya kegiatan di sekolah, pendidikan nonformal contohnya pendidikan di lingkungan keluarga serta pendidikan informal contohnya di lingkungan masyarakat.
Pendidikan formal di sekolah dasar memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan siswa. Melalui kurikulum yang komprehensif, siswa belajar berbagai subjek seperti bahasa, matematika, sains, dan seni.
Selain itu, mereka juga belajar tentang etika dan moral, serta cara berinteraksi dengan orang lain. Pembelajaran di sekolah dasar harus mendukung kreativitas dan imajinasi, sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk sukses di masa depan.
Oleh karena itu, perlu diupayakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan agar siswa dapat memperoleh manfaat maksimal dari pengalaman di sekolah dasar.
Hal ini juga yang dilakukan penulis selaku guru kelas 3 SD Negeri Tlutup Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. Guru menggunakan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa, mengembangkan keterampilan siswa, dan berinteraksi dengan orang lain.
.
Snowball Throwing adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang cukup populer dan efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kisworo (Patmawati, 2012) mengemukakan pengertian model pembelajaran Snowball Throwing sebagai berikut: Model pembelajaran Snowball Throwing adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana siswa dibentuk dalam beberapa kelompok yang heterogen kemudian masing-masing kelompok dipilih ketua kelompoknya untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.
Model (snowball throwing) ini melibatkan siswa dalam sebuah permainan bola salju yang bertujuan untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran dan mendorong mereka untuk berpartisipasi secara penuh.
Beberapa langkah dalam mengimplementasikan model pembelajaran Snowball Throwing di antaranya adalah: 1) Membentuk kelompok belajar, 2) Guru memberikan topik pembelajaran. 3) Setiap siswa diminta untuk membuat satu pertanyaan atau pernyataan yang berkaitan dengan topik pembelajaran dan menuliskannya di selembar kertas atau pada aplikasi yang disediakan. 4) Siswa saling melempar kertas atau bertukar dengan teman di sebelahnya untuk membaca dan menambahkan pertanyaan atau pernyataan yang berkaitan dengan topik tertentu yang dibahas. 5) Proses pembelajaran dilanjutkan dengan membahas pertanyaan atau pernyataan mengenai topik tersebut.
Dalam implementasinya di sekolah dasar, Snowball Throwing mengajarkan pada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya sendiri dan menerima pendapat dari teman-temannya, sehingga dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa.
Dengan adanya model pembelajaran Snowball Throwing, diharapkan siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran, meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan teman, serta meningkatkan pemahaman terhadap materi yang dipelajari.
Dengan demikian, Snowball Throwing dapat menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
