PATI – Kilasfakta.com, Pada hari Jumat tanggal 7 Maret 2024 kemarin, mulai pukul 07.00 di wilayah RT 2/1 Desa Wedarijaksa Dukuh Jekso dilaksanakan pengasapan atau fogging secara mandiri. Kegiatan ini diinisiasi oleh warga setempat, karena banyak warga yang sakit dan dibawa ke rumah sakit dengan gejala demam tinggi.
“Kami laksanakan fogging sebagai langkah antisipasi berjangkitnya demam berdarah. Di lingkungan kami, banyak warga termasuk anak-anak yang dirawat di rumah sakit setelah mengalami demam tinggi, dan masuknya seakan susul menyusul. Sehingga, sebagai upaya antisipasi berjangkitnya demam berdarah, maka fogging kami lakukan dengan menggandeng relawan,” ujar Arifin Ketua RT 02 RW 01 Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa.
Menurut Arifin, warga sekitar yang merasa ketakutan terhadap ancaman demam berdarah, melakukan runding dadakan dan sepakat menggandeng relawan untuk dilakukan fogging secara mandiri. “Kalau menunggu fogging dari pemerintah, bisa lama, karen perlu prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi terlenih dahulu,” sambung Arifin.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Ir. H. Sukarno mengaku apresiasif dengan tindakan yang dilakukan warga Desa Wedarijaksa tersebut. “Ini langkah yang baik untuk antisipasi berjangkitnya penyakit demam berdarah. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” kata Sukarno.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menambahkan, meskipun sudah dilakukan fogging, warga sekitar harus melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas terdekat untuk dilakukan deteksi agar lebih maksimal dalam rangka mengantisipasi berjangkitnya demam berdarah.
“Jangan lupa, secara bersama-sama, arga di sekitar lingkungan melakukan pembasmi sarang nyamuk secara berkala agar jentik-jentik nyamuk dapat mati dan tidak sampai dewasa. Sementara nyamuk dewasa bisa mati dengan fogging,” pungkasnya. (Adv)

