PATI – Kilasfakta.com, Curah hujan yang tinggi terjadi di wilayah Kabupaten Pati mengakibatkan sungai tidak mampu menampung tingginya debit air. Alhasil, ribuan rumah terendam banjir. Dan saat ini, kondisi banjir sudah mulai surut, meskipun belum 100 persen.
Menanggapi Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Hardi menyatakan banjir di Pati tidak hanya disebabkan karena faktor cuaca ekstrim. Namun banjir juga akibat dari gundulnya kawasan hutan di Pegunungan Kendeng. “Penyebabnya adalah banyak pepohonan di hutan itu yang ditebangi. Tentu hutannya akhirnya jadi gundul kan itu. karena sudah tidak ada lagi tanaman-tanaman besar di sana,” katanya.
Hardi tak menyangkal bahwa faktor intensitas curah hujan tinggi atau faktor cuaca menjadi alasan banjir. Namun jangan disepelekan jika hutan gundul ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi bencana tahunan di Kabupaten Pati setiap musim penghujan datang.
Politisi dari Partai Gerindra itu melanjutkan kondisi hutan sekarang ini tak ada tanaman keras, seperti mahoni, jati, buah-buahan. Tanaman itu diganti dengan tanaman lain sesuai garapan masyarakat seperti singkong dan jagung. “Oleh sebab itulah hutan habis agar pemerintah dan stakeholder terkait harus memperhatikan kondisi hutan yaitu melakukan reboisasi atau gerakan penghijauan kembali,” tandasnya.
Hardi menjelaskan yang perlu dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga hutan dengan tujuan tidak ada kasus pembalakan liar. Hardi yakin jika kondisi demikian terwujud, maka bencana banjir bisa ditekan sekecil mungkin. (Adv)

