Kirab 32 Kelenteng Perkuat Budaya JeparaKirab 32 Kelenteng Perkuat Budaya Jepara

JEPARA – Kilasfakta.com, – Tabuhan genderang, aroma dupa, dan suara petasan yang bersahutan menguar di antara barisan warga yang memadati jalan di kawasan Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, beberapa waktu lalu.

Iring-iringan rupang, barongsai, hingga liong 32 kelenteng dari berbagai daerah di Indonesia silih berganti memeriahkan perayaan Jutbio (kirab) sacral, dalam rangka Hari She-Jiet (kelahiran) Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee. Jutbio (kirab) itu menjadi panggung pertemuan antara spiritualitas dan kebudayaan.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan, kirab tersebut tak sekadar menjadi ritual keagamaan umat Tridharma. Lebih dari itu, kirab itu menjelma sebagai representasi kekayaan budaya yang hidup dan tumbuh di Kabupaten Jepara.

“Ini kekayaan budaya Jepara. Jutbio hari itu bukan hanya tentang tradisi yang dilestarikan, tetapi juga tentang masa depan, di mana budaya, spiritualitas, dan pariwisata berjalan beriringan, menghidupkan Jepara dengan cara yang lebih bermakna,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Tak hanya warga lokal, lanjutnya, kegiatan ini juga diikuti oleh 32 kelenteng dan perkumpulan barongsai dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya dari Padang (Sumatera Barat), Gresik (Jawa Timur), Jakarta, Cepu Blora (Jawa Tengah), dan lainnya.

Menurut bupati, kehadiran perwakilan kelenteng di Indonesia itu mempertegas, jika kirab budaya HUT Kongco Hian Thian Siang Tee Welahan memiliki daya tarik yang melampaui batas wilayah, sekaligus menunjukkan kuatnya jejaring budaya, yang terbangun dari sejarah panjang kelenteng di Jepara.

“Ini potensi yang luar biasa karena memiliki sejarah yang panjang kelenteng di Kabupaten Jepara,” lanjut Witiarso.

Dia berharap, Jutbio bukan hanya sebagai warisan yang harus dijaga, tetapi juga peluang yang dapat dikembangkan. “Tahun depan kita akan konsepkan dengan baik supaya menjadi destinasi wisata yang lebih baik lagi di Kabupaten Jepara. Konsepnya nanti akan kita diskusikan dengan pihak kelenteng,” jelasnya.

Sementara itu, panitia kirab Kongco Hian Thian Siang Tee, Dicky Sugandi mengatakan, Kelenteng Welahan memang punya daya tarik karena termasuk Kelenteng tertua di Indonesia. Pihaknya berharap, penataan kawasan Pecinan bisa dimaksimalkan maka daya tarik itu juga bisa ditingkatkan untuk menggerakkan UMKM dan perekonomian masyarakat hingga daerah.

“Ini penataan jalan sudah, Pecinan Welahan ini bisa dimaksimalkan seperti Pecinan lainnya,” tandasnya. (Hms-Jpr)