PATI – Kilasfakta.com, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Haryono, menyoroti pentingnya peran bersama dalam mengatasi persoalan sampah dan limbah yang kian meningkat. Ia menegaskan bahwa DPRD siap menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam mencari solusi terbaik.

Haryono menyampaikan bahwa permasalahan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi, termasuk pemerintah daerah, media, dan masyarakat.

“Semua elemen harus duduk bersama. Tanpa kolaborasi, sulit untuk mewujudkan Indonesia ASRI,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ragil Nurwahyudi dari DLH Pati menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara sampah dan limbah. Ia menyebutkan bahwa sampah umumnya berupa material padat, sedangkan limbah lebih banyak berbentuk cair.

Ia juga memaparkan bahwa volume sampah di Kabupaten Pati mencapai sekitar 697 ton per hari. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya langsung dibuang ke TPA. DLH melakukan pemilahan untuk mengoptimalkan daur ulang.

Namun, Ragil mengakui bahwa kondisi TPA saat ini sudah overload, sehingga diperlukan solusi jangka panjang yang melibatkan semua pihak.

Menanggapi kondisi tersebut, Haryono memastikan bahwa DPRD akan terus mengawal kebijakan terkait pengelolaan sampah. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan masukan.

“Jangan ragu menyampaikan kritik. Kami ada untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tutupnya. (Red)