PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau dengan melakukan penataan ulang Taman Sorogenen. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan menarik bagi masyarakat.

Penataan taman yang berlokasi di kawasan Sorogenen ini meliputi perbaikan fasilitas umum seperti jalur pedestrian, area duduk, penerangan, serta penambahan tanaman hias dan pohon peneduh. Selain itu, pemerintah juga memperhatikan aspek kebersihan dan pengelolaan sampah agar taman tetap terjaga keindahannya.

Namun, disaat Pemerintah akan melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL), mendapat penolakan dari para pedagang yang masih berjualan di sekitar taman Sorogenen, pedagang enggan direlokasi ke tempat yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Pekalongan.

“Kami mau ditata, tapi kami menolak penggusuran”, katanya.

Kota Pekalongan
Foto : Tumpukan Sampah memenuhi Saluran air yang memicu terjadinya penyumbatan dan menimbulkan Banjir di sekitar Taman Sorogenen Kota Pekalongan

Padahal kondisi taman Sorogenen saat ini terlihat sangat kumuh, dan saluran air tersumbat oleh sampah yang dapat menimbulkan terjadinya banjir Jl. Agus Salim apabila hujan lebat.

Kepala dinas PUPR Kota Pekalongan, Khaerudin menyampaikan bahwa, sampah di saluran air taman Sorogenen disebabkan oleh para pedagang yang berjualan dan belum pindah ke Pasar.

“Meskipun telah berulang kali melakukan pembersihan rutin, dua sampai tiga hari sampah kerap kembali menumpuk dan memenuhi saluran air lagi”, ujarnya.

Lebih lanjut pihak DPUPR tetap berupaya untuk melakukan normalisasi saluran air di sekitar taman Sorogenen, guna memperlancar aliran yang tersumbat oleh sampah.

“Walau sempat ada kesulitan, karena terhalang lapak-lapak para pedagang yang berjualan hingga sore hari, PUPR tetap berupaya untuk melakukan normalisasi saluran air di sekitar taman Sorogenen, supaya memperlancar alirannya dan meminimalisir terjadinya banjir”, tutur Khaerudin.

Disisi lain, warga sekitar taman Sorogenen menyambut baik dan mendukung upaya Pemkot Pekalongan untuk mengembalikan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) taman Sorogenen. Puluhan tahun warga menanti dan berharap, penataan taman dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menjadi destinasi rekreasi yang mudah diakses tanpa harus keluar kota.

“Saya sangat setuju dan mendukung taman Sorogenen difungsikan kembali, warga dengan mudah bisa berolahraga, jalan santai, lari pagi, sepak bola, dan berekreasi tak perlu jauh, cukup di taman Sorogenen”, ungkap Rizki warga Kelurahan Poncol, pada Sabtu (2/5/2026).

Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. Partisipasi warga dinilai penting agar taman tetap terawat dan bisa dinikmati dalam jangka panjang.

Penataan Taman Sorogenen ini ditargetkan selesai dalam beberapa tahap, dengan harapan ke depannya taman ini dapat menjadi salah satu ikon ruang terbuka hijau di Kota Pekalongan. (Kf)