Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, KamariAnggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Kamari

PATI – Kilasfakta.com, Komisi B DPRD Kabupaten Pati mendorong para petani tebu untuk aktif mendukung program bongkar ratoon yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus kesejahteraan petani.

Program bongkar ratoon sendiri merupakan langkah peremajaan tanaman tebu dengan cara membongkar tanaman lama yang produktivitasnya mulai menurun untuk kemudian diganti menggunakan bibit unggul yang lebih berkualitas.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Kamari, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga kreativitas dan inovasi para petani dalam mengelola lahan pertanian mereka.

“Semuanya akan sinergi, jadi tidak kita petani tidak matoki program dari APBD, yang terpenting adalah berkreasi, berinovasi,” ujar Kamari.

Menurutnya, program bongkar ratoon menjadi salah satu strategi penting untuk memperbaiki kualitas produksi tebu di Kabupaten Pati. Dengan tanaman yang lebih sehat dan bibit unggul, hasil panen diharapkan meningkat secara signifikan dibandingkan sebelumnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini juga telah memberikan dukungan melalui bantuan kebun bibit benih (KBB) khusus tebu dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

“Berkat bantuan Pemerintah Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Insya Allah program bongkar ratoon tahun 2026 akan baik, karena apa karena sudah tersiapkan bibit-bibit yang betul-betul sudah disiapkan dari bantuan-bantuan tersebut,” jelasnya.

Selain menjadi anggota DPRD Kabupaten Pati, Kamari juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Ia menilai keberadaan KBB menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas bibit tebu agar tetap murni dan memiliki daya produksi tinggi.

Dengan bibit yang berkualitas, petani diharapkan mampu memperoleh hasil panen lebih maksimal dan berkelanjutan. Menurutnya, hal itu penting untuk menjaga stabilitas sektor pertanian tebu di Kabupaten Pati.

“Sehingga nantinya bisa meningkatkan produksi hasil bibit kemurnian bibit itu terjamin,” ungkapnya.

Komisi B DPRD Kabupaten Pati berharap para petani dapat memanfaatkan program tersebut secara serius agar sektor perkebunan tebu semakin berkembang. Selain mendukung produktivitas, program bongkar ratoon juga dinilai dapat memperkuat ketahanan ekonomi petani di tengah tantangan biaya produksi yang terus meningkat.

DPRD Kabupaten Pati menilai kolaborasi antara pemerintah, petani, dan organisasi pertanian menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Dengan sinergi yang baik, Kabupaten Pati diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penghasil tebu unggulan di Jawa Tengah. (Adv)