PATI – Kilasfakta.com, – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, menyoroti pelaksanaan tradisi sedekah bumi yang saat ini digelar di berbagai desa di Kabupaten Pati. Menurutnya, sedekah bumi bukan sekadar agenda seremonial tahunan masyarakat desa, melainkan bagian penting dari upaya menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur di tengah perkembangan zaman modern.
Kastomo mengatakan, dalam pelaksanaan sedekah bumi, masyarakat tidak hanya menggelar doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan keselamatan desa, tetapi juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional. Mulai dari tayuban, ketoprak, wayang kulit, barongan hingga campursari masih menjadi hiburan rakyat yang diminati masyarakat.
“Tradisi sedekah bumi ini harus dijaga bersama. Di dalamnya ada nilai gotong royong, rasa syukur, kebersamaan masyarakat, sekaligus menjadi sarana nguri-nguri budaya lokal agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Kastomo saat dimintai tanggapan terkait maraknya agenda sedekah bumi di sejumlah desa di Kabupaten Pati, kemarin.
Ia menilai, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan oleh masyarakat desa semata. Pemerintah daerah juga diharapkan ikut ambil bagian dalam mendukung kegiatan tersebut, baik melalui perhatian, fasilitasi maupun dukungan terhadap kelompok seni tradisional yang tampil dalam acara sedekah bumi.
Menurutnya, keberadaan kesenian tradisional dalam sedekah bumi memiliki arti penting sebagai media edukasi budaya kepada generasi muda. Dengan adanya pertunjukan seni tradisional, anak-anak muda dapat mengenal budaya daerahnya sendiri dan tidak hanya terpaku pada budaya modern yang berkembang melalui media sosial.
Kastomo juga mengapresiasi antusiasme masyarakat desa yang masih mempertahankan tradisi sedekah bumi hingga sekarang. Ia berharap tradisi tersebut tetap berjalan secara tertib, aman, serta mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat kecil, khususnya pedagang dan pelaku UMKM yang ikut berjualan saat acara berlangsung.
“Ini budaya bangsa yang harus dijaga bersama. Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian supaya tradisi seperti ini tetap lestari dan menjadi identitas masyarakat Kabupaten Pati,” pungkasnya. (Adv)

