PATI – Kilasfakta.com, Menurunnya kuota pupuk bersubsidi pada 2024 ini mendapatkan tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati, kuota sebanyak 21.461.046 kg pupuk bersubsidi jenis urea disediakan pada tahun ini. Kemudian, pupuk bersubsidi jenis NPK tersedia kuota sebanyak 15.844.083 kg.
Sedangkan pada tahun 2023, pemerintah daerah menyediakan pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 42.626.218 kg. Selanjutnya pupuk bersubsidi jenis NPK sebanyak 26.000.000 kg dan NPK untuk Kakao sebanyak 44.007 kg. Jika dibandingkan jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 50 persen. Penurunan tersebut bukan hanya di Pati saja, melainkan di seluruh Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Komisi B DPRD Pati Sukarno menghawatirkan petani terkena imbas dari kuota pupuk bersubsidi yang kurang maksimal. “Di musim tanam (MT) 1 ini jatah pupuk Urea bersubsidi hanya 50 persen. Kalau hal ini tidak ada solusi dikawatirkan hasil panen padi kurang maksimal,” ujarnya Kamis (11/1).
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat mengusulkan lagi kuota pupuk bersubsidi agar jumlahnya tidak lebih sedikit dari lalu. “Untuk kebutuhan pupuk bersubsidi di tahun 2024 diharapkan juga ada penambahan kuota sehingga petani bisa terpenuhi kebutuhan pupuknya,” lanjut dia.
Hal itu tidak hanya ucapan saja, ia mendapatkan keluhan dari petani yang merasa kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Bahkan, para petani bersedia membeli dengan harga non subsidi asalkan jika dibutuhkan pupuknya tersedia.
“Keluhan petani tentang ketersediaan pupuk, artinya yang dibutuhkan mau memupuk tanaman padi, petani bisa mudah mendapatkannya, walaupun beli,” tandasnya. (Adv)

