PATI – Kilasfakta.com, Kenakalan remaja telah menjadi masalah sosial yang telah berlangsung sejak zaman dahulu, sekarang, dengan masuknya dunia ke era digitalisasi, kenakalan remaja makin banyak jenisnya dan makin mudah dilakukan.
Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati mendorong orang tua ikut mengantisipasi kenakalan remaja seperti aksi tawuran, serta mengawasi anak nya masing-masing saat keluar rumah hingga larut malam. Menurut Muntamah, mengawasi anak tidak hanya bisa dilakukan secara langsung ketika dirumah saja. Namun, pengawasan juga bisa dilakukan di manapun dengan memanfaatkan teknologi yang ada. “Orang tua bisa maksimal mengawasi anak-anak nya juga bisa lewat telepon. Jadi bisa dimana pun dan kapan pun,” kata dia.
Dirinya menjelaskan, tahun kemarin di Kabupaten Pati marak terjadi tawuran pelajar. Bahkan mereka membawa senjata berupa gir dan celurit. “Kami mendengar kejadian tersebut miris dan dan sedih adanya tawuran pelajar. Apalagi ada yang membawa senjata tajam,” ucap Muntamah.
Lebih lanjut, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan, ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah melalui dinas terkait dalam melakukan langkah antisipasi serta tindakan tegas bagi para pihak yang terlibat. “Kami rasa perlu ada sanksi tegas kepada pihak sekolah yang siswanya terlibat tawuran. Sanksi ini dimaksudkan agar sekolah proaktif dalam memantau siswa-siswanya agar tidak terlibat tawuran,” tutupnya.
Pewarta: Wk / Kf

