H. Sukarno, Anggota DPRD Kabupaten Pati Fraksi GolkarH. Sukarno, Anggota DPRD Kabupaten Pati Fraksi Golkar

PATI – Kilasfakta.com, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dorong Pemerintah Daerah (Pemda) intruksikan Bulog untuk menyerap gabah hasil panen petani lokal dengan maksimal walaupun kualitasnya kurang baik. Hal itu disampaikan Anggota Komisi B DPRD Pati Ir. H. Sukarno usai melihat kondisi harga gabah di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati saat panen tiba. Dimana, kualitas gabah hasil panen petani di Kecamatan Gabus mengalami pecah-pecah saat digiling menyebabkan harganya anjlok .

“Karena kemarin yang saya pantau di Daerah Gabus itu memang gabahnya itu yang diserap hanya 50 persen. Jadi hasil dari panen itu karena dampak banjir mungkin itu kalau diselep atau digiling pecahannya 50 persen. Tapi kan jangan seperti itu,” ujar Sukarno Selasa (16/4) kemarin.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu mendorong Bulog untuk memperdulikan kondisi harga gabah disaat musim panen tiba. Jangan sampai tindakan Bulog dalam mengontrol harga gabah dilakukan hanya saat merosot. “Tolong dia berupaya untuk menyetabilkan harga itu karena kasihan petani. Kata menstabilkan itu kalau harga turun dari petani dia juga harus menyerap. Jangan hanya dia pada saat terjadi lonjakan saja,” tegasnya.

Pasalnya, dengan merosotnya harga gabah saat ini, para petani tidak bisa mengembalikan biaya operasional mereka. Sehingga para petani kesulitan melaksanakan penanaman kemabli di musim tanam selanjutnya. “Paling tidak biaya operasional petani tertutup kan seperti itu, biaya operasional tidak menutup harganya malah jatuh,” kata aktivis pesisir itu.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari laman Badan Pangan Nasional, gabah kering panen (GKP) penggilingan di Kabupaten saat ini hanya Rp 5.200 per kilogramnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan