Muhammadun, Wakil Ketua III DPRD PatiMuhammadun, Wakil Ketua III DPRD Pati

PATI – Kilasfakta.com, Memasuki Ramdhan pekan kedua, keberadaan gal LPG 3 kilogram makin langka. Masyarakat juga makin merasa khawatir akan tercukupinya kebutuhan salah satu barang pokok yang setiap hari dibutuhkan tersebut. “Ini,saya sudah empat hari mencari gas elpiji yang tiga kilogram, masih belum dapat,” keluh Suwarti, warga Desa Wedarijaksa.

Dia mengaku, persediaan gas di rumahnya sudah empat hari habis, dan sampai sekarang dirinya masih belum memperoleh gas melon tersebut. Beruntung, lanjut dia, di rumah memiliki 2 tabung, sehingga untuk bisa memasak, Suwarti masih merasa aman.

Menanggapi kelangkaan gas elpiji ini, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati Muhammadun merasa ikut prihatin. Dia juga mengaku heran dengan kondisi yang terjadi saat ini.

Menurutnya, setiap pangkalan elpiji resmi sudah dihitung berapa jumlah pasokannya berdasar konsumen sekitar yang seharusnya tercover, bahkan pembeli sampai diminta tandatangan untuk laporan rutin. “Kan sudah dihitung pula berapa persen konsumen akhir untuk pengguna rumah tangga yang bisa membeli, dan berapa persen yang boleh dikulak oleh pengecer sehingga, gas elpiji harusnya tidak akan lengka,” bener Muhammadun.

Ditambahkan, memang dimungkinkan ada pengepul nakal yang sengaja ngumpulin dari pangkalan kemudian dijual untuk mensuplay kebutuhan usaha-usaha yg tidak boleh memakai gas bersubsidi. Setiap pangkalan elpiji resmi sudah dihitung berapa jumlah pasokannya berdasar konsumen sekitar yg seharusnya tercover, bahkan pembeli sampai diminta tandatangan untuk laporan rutin.

Oleh karena itu, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap, pemerintah segera turun tangan agar kelangkaan gas subsidi ini bisa segera teratasi. “Kasihan masyarakat bawah yang notabene-nya sebagai pihak yang berhak menggunakan atau manfaatkan gas subsidi tersebut,” tutupnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan