PATI – Kilasfakta.com, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Kelompok Umur tahun 2022, Kabupaten Pati menjadi tuan rumah. Dalam ajang bergengsi bidang olahraga yang diselenggarakan di Stadion Joyokusumo mulai tanggal 11 – 12 Februari itu, Anggota Komisi D DPRD Pati, Muslihan berharap, kontingen dari Pati dapat meraih juara umum. “Harapan kami, semua Cabor (Cabang Olahraga), atlet-atlet Pati bisa meraih juara, dan Kabupaten Pati menjadi juara umum,” ujarnya, kemarin di komplek stadion Joyokusumo.

Menurut Muslihan yang juga merupakan Sekretaris PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Kabupaten Pati, bahwa dalam suatu pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Namun demikian, lanjut Muslihan, atlet-atlet dari Pati diharapkan dapat bermain dan bertanding secara maksimal. Dengan demikian, maka akan lebih mudah untuk mampu meraih hasil yang maksimal, yaitu juara umum.

“Yang penting, semua atlet di semua cabang olahraga yang diikuti berusaha bermain atau bertanding secara maksimal. Tahun lalu, kita mampu menduduki Runner Up atau peringkat kedua. Dan saat ini, Kejurprov tahun ini, kita kan menjadi tuan rumahnya, sehingga wajar jika kita semua berharap, kabupaten Pati dapat menjadi juara umumnya,” tandasnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, dalam Kejurprov kali ini, penyelenggara membuka 46 cabang olahraga yang dipertandingkan. Dan peserta yang ikut bertanding, ada 547 atletik yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. “Dan sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Kejuprov tahun ini, kami sudah melakukan segala upaya dalam persiapan kejuaran ini semaksimal mungkin. Kita berharap, pelaksanaan Kejurprov tahun ini dapat berjalan lancar dan sukses,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Muslihan menambahkan, terkait dengan pelaksanaan Kejurprov yang masih dalam suasana pandemi Covid-19, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin. Semua pihak yang terlibat, baik panitia, peserta, yuri, pelatih dan pendamping, semua wajib mematuhi protocol kesehatan. “Semua yang masuk lokasi, cek suhu badan dan wajin tes antigen. Kemudia, peserta yang turun ke lapangan, adalah hanya peserta yang bertanding. Jadi, tidak ada peserta lain yang turun lapangan, kecuali yang bertanding. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan,” pungkasnya.

Pewarta : Purwoko

Tinggalkan Balasan