Views: 17
0 0
Kemelut BUMDesMa, Komisi D DPRD Pati Gelar Audensi
pemerintah

Kemelut BUMDesMa, Komisi D DPRD Pati Gelar Audensi

Read Time:1 Minute, 41 Second

PATI – Kilasfakta.com, Komisi D DPRD Kabupaten Pati menerima sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Ormas GERAK (Gerakan Rakyat Anti Korupsi) untuk beraudensi terkait dengan persoalan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa). Kegiatan digelar di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, dipimpin oleh Ketau Komisi D DPRD Pati, Wisnu Wijayanto, Senin siang (8/11). Audensi ini sebagai tindaklanjut surat yang diterima dari Ormas GERAK, yang menduga adanya korupsi dalam pengelolaan dananya.

Dalam penjelasannya, perwakilan ormas GERAK, bahwa ratusan desa di Kabupaten Pati telah menyetorkan dana hingga terkumpul 5,1 miliar rupiah untuk modal di Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMA). Namun, setelah menanamkan modal selama bertahun-tahun, mereka tak kunjung mendapatkan deviden (keuntungan).

“Selama tiga tahun ini kami belum dapat untung dengan alasan karena untuk biaya balik modal dan pengembangan lagi, ditambah masa pandemi selama hampir dua tahun ini,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi D Wisnu Wijayanto mengatakan, adanya polemik soal BUMDesMA tersebut, dimana ratusan Desa belum memperoleh untung setelah menyetorkan uang untuk penyertaan modal ke BUMDesMA. “Yang tercatat ada 159 Desa tetapi yang memasukkan anggaran ada 147 Desa itu informasi yang muncul. Tetapi data validnya belum tentu jumlahnya 5,1 miliar dari seluruh modal yang disertakan ke BUMDesMA,” jelas Wisnu Wijayanto.

Dirinya juga menyayangkan terkait pemegang saham yang merupakan Kepala Desa, bukan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Seharusnya BUMDes yang memilki saham tersebut, bukannya Kepala Desa yang menjabat, karena yang transfer uang ke PT ini kan BUMDes. Tapi munculnya malah pemegang saham. Ini yang saya bingung,” ujarnya.

Sedangkan terkait adanya dugaan korupsi dalam pengelolaan dananya, dirinya belum berani menilai mana yang digunakan bancaan mana yang tidak. Siapa yang menerima dan yang tidak. Menurutnya, pelaporan itu kembali ke masing-masing dari yang dirugikan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Solidaritas Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati) Kabupaten Pati, Fandoyo yang juga diundang dalam audiensi tersebut, mengatakan, saat ini sedang dilakukan audit oleh tim auditor independen. “Audit sedang berjalan, dan tanggal 20 sudah ada hasilnya, hasil audit ini nanti yang akan kami gunakan acuan untuk menindaklanjuti,” ujar Fandoyo.

Pewarta : Purwoko

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
media kilasfakta

Recent Posts

KOKAM dan SAR Muhammadiyah Ngawi Gelar LATGAB, “Penanganan Pohon Tumbang dan Snake Rescue

    NGAWI - Kilasfakta.com. Komando kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah yang selanjutnya disingkatKOKAM Pemuda Muhammadiyah…

29/11/2021

Musim Penghujan, Dewan Pati Minta Warga Gotong Royong Antisipasi Banjir

PATI – Kilasfakta.com, Intensitas curah hujan saat sekarang sudah mulai tinggi, dan mengakibatkan banjir di…

29/11/2021

Vaksinasi Desa Karang Jompo Diselenggarakan Rutin Seminggu Sekali

PEKALONGAN - Kilasfakta.com, Dalam rangka mendukung percepatan Vaksinasi dan untuk menekan berkembangnya Virus Covid-19 Pemerintah…

28/11/2021

Acara “Rembug Desa” Desa Cepiring Kabupaten Kendal Memanas

CEPIRING - Kilasfakta.com - Dengan Tema "Klarifikasi Bumdes" Berlangsung Seru Dalam Suasana Memanas, Jumat 26/11/2021…

27/11/2021

Aksi Damai Ormas Pemuda Pancasila Jateng, Tuntut Junimart Girsang Meminta Maaf Lewat Media Nasional

SEMARANG - Kilasfakta.com - Organisasi massa (Ormas) Pemuda Pancasila melakukan Aksi Damai di Kantor DPRD…

27/11/2021

Dewan Pati Minta Warga Pahami Rencana Pemberlakuan PPKM Level 3

PATI – Kilasfakta.com, Informasi terkait rencana pemerintah yang bakal memberlakukan PPKM Leve3 secara serentak mulai…

26/11/2021