PATI – Kilasfakta.com, Komisi D DPRD Kabupaten Pati menerima sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Ormas GERAK (Gerakan Rakyat Anti Korupsi) untuk beraudensi terkait dengan persoalan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa). Kegiatan digelar di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, dipimpin oleh Ketau Komisi D DPRD Pati, Wisnu Wijayanto, Senin siang (8/11). Audensi ini sebagai tindaklanjut surat yang diterima dari Ormas GERAK, yang menduga adanya korupsi dalam pengelolaan dananya.

Dalam penjelasannya, perwakilan ormas GERAK, bahwa ratusan desa di Kabupaten Pati telah menyetorkan dana hingga terkumpul 5,1 miliar rupiah untuk modal di Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMA). Namun, setelah menanamkan modal selama bertahun-tahun, mereka tak kunjung mendapatkan deviden (keuntungan).

“Selama tiga tahun ini kami belum dapat untung dengan alasan karena untuk biaya balik modal dan pengembangan lagi, ditambah masa pandemi selama hampir dua tahun ini,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi D Wisnu Wijayanto mengatakan, adanya polemik soal BUMDesMA tersebut, dimana ratusan Desa belum memperoleh untung setelah menyetorkan uang untuk penyertaan modal ke BUMDesMA. “Yang tercatat ada 159 Desa tetapi yang memasukkan anggaran ada 147 Desa itu informasi yang muncul. Tetapi data validnya belum tentu jumlahnya 5,1 miliar dari seluruh modal yang disertakan ke BUMDesMA,” jelas Wisnu Wijayanto.

Dirinya juga menyayangkan terkait pemegang saham yang merupakan Kepala Desa, bukan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Seharusnya BUMDes yang memilki saham tersebut, bukannya Kepala Desa yang menjabat, karena yang transfer uang ke PT ini kan BUMDes. Tapi munculnya malah pemegang saham. Ini yang saya bingung,” ujarnya.

Sedangkan terkait adanya dugaan korupsi dalam pengelolaan dananya, dirinya belum berani menilai mana yang digunakan bancaan mana yang tidak. Siapa yang menerima dan yang tidak. Menurutnya, pelaporan itu kembali ke masing-masing dari yang dirugikan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Solidaritas Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati) Kabupaten Pati, Fandoyo yang juga diundang dalam audiensi tersebut, mengatakan, saat ini sedang dilakukan audit oleh tim auditor independen. “Audit sedang berjalan, dan tanggal 20 sudah ada hasilnya, hasil audit ini nanti yang akan kami gunakan acuan untuk menindaklanjuti,” ujar Fandoyo.

Pewarta : Purwoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *