PATI – Kilasfakta.com, Kenaikan harga aspal menjadi salah satu kendala dalam perencanaan pembangunan jalan di Kabupaten Pati. Menyikapi hal tersebut, Komisi C DPRD Pati berencana memanggil kembali Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk meminta penjelasan lebih rinci.

Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan kesiapan pelaksanaan proyek infrastruktur jalan. Ia mengakui bahwa pembahasan sebelumnya belum menghasilkan informasi lengkap, karena Kepala DPUTR berhalangan hadir.

Menurut Joni, DPRD perlu mengetahui secara detail berbagai aspek, mulai dari perencanaan, anggaran, hingga potensi hambatan di lapangan. Termasuk di antaranya dampak kenaikan harga aspal dan BBM yang berpotensi mempengaruhi biaya proyek.

Dari sisi pelaksana teknis, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati, Hasto Utomo, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan revisi perencanaan. Penyesuaian ini dilakukan agar proyek tetap sesuai dengan kondisi anggaran terbaru.

Ia menyebutkan bahwa proses lelang kemungkinan akan dimulai pada awal Mei. Setelah tahap tersebut selesai, pengerjaan fisik akan langsung dilakukan dengan fokus pada sejumlah ruas prioritas.

Beberapa ruas yang akan menjadi sasaran tahap awal antara lain Juwana–Guyangan, depan Terminal Pati, Guyangan–Runting, Jaken–Jakenan, Jetak–Guyangan, serta Boloagung–Trimulyo.

Dengan adanya komunikasi lanjutan antara DPRD dan DPUTR, diharapkan seluruh perencanaan dapat dimatangkan sehingga pembangunan jalan di Kabupaten Pati dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat. (Red)