PATI – Kilasfakta.com, Untuk memaksimalkan kemampuan muadzin dalam menjalankan tugasnya, Lembaga Pendidikan & Dakwah Yayasan Jabalnur Pesantenan Pati menggelar Diklat Muadzin, Minggu (28/2/2021). “Diklat ini dimaksudkan untuk memberikan kemapuan bagi para muadzin agar pada saat menjadi muadzin atau adzan, tidak salah dalam pengucapan lafadz-lafadz adzan,” ujar KH. Sya’dullah, M.Pd kepada Kilasfakta.com.

Menurutnya, kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat, dalam rangka untuk memperbaiki teknik menjadi muadzin yang sesuai dengan syariat. Diklat yang ditargetkan hanya 50 peserta, lanjut Sya’dullah, ternyata peminatnya mencapai 98 peserta. “Peserta terdiri dari pengurus musholla dan masjid dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pati. Ada yang satu masjid mengirim lima peserta, dan alhamdulillah, Diklat berjalan lancar serta sukses,” imbuh Sya’dullah.

Sya’dullah menambahkan, dalam Diklat yang diselenggarakan di Ponpes Al-Furqon Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo itu, ada dua narasumber, yaitu dirinya dan KH. Nurfaqih, S.Ag. “Saya menyampaikan materi tentang sejarah adzan dan keistimewaan serta harapan dan tantangan seorang muadzin. Sedangkan Pak KH. Nurfaqih menyampaikan materi tentang teknik adzan yang baik dan benar, mengenai lagu-lagu yang bersanat, dengan suara emasnya seperti melatih qiroah, yang ditirukan oleh para peserta,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sya’dullah menambahkan, para peserta Diklat diberikan sertifikat sebagai bukti bahwa dirinya telah mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang muadzin, yang nantinya dapat dipergunakan untuk melamar sebagai bilal di masjid-masjid besar yang membutuhkan.

Sementara itu, dr. H. Eko Yulianto, selaku Pembina Yayasan Jabalnur Pesantenan Pati, saat membuka acara Diklat menyampaikan pesan-pesan bagi para peserta. dr. Eko juga berpesan, agar para peserta dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan itu dengan sebaik-baiknya. “Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, agar ke depan dapat menjadi bilal atau muadzin yang baik dan terlatih,” ujar dr. Eko yang juga membuka praktek di Klinik Asrina depan Stadion Joyo Kusumo Pati.

Dalam kesempatan itu, dr. Eko juga menerangkan, bahwa Yayasan Jabalnur Pesantenan Pati juga mengelola berbagai lembaga yang semuanya diperuntukkan bagi kebaikan masyarakat Pati dan sekitarnya. “Ada lima lembaga yang dikelola yayasan Jabalnur, yaitu Lembaga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji atau KBIH, Lembaga Pendidikan dan Dakwah, Lembaga Panti Asuhan dan Lazis, serta Pondok Pesantren,” terangnya.

Lebih lanjut, dr. Eko menambahkan, Yayasan Jabalnur Pesantenan Pati ini nanti akan terpusat di Komplek Sendang Sani yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Yayasan Jabalnur Pesantenan Pati juga menerima donasi dari berbagai pihak, dan bisa melalui transfer ke rekening : 7148142348 BANK MANDIRI SYARIAH atas nama YYS JABALNUR PESANTENAN PATI.

Pewarta : Purwoko

Tinggalkan Balasan