NGAWI – Kilasfakta.com – Belakangan sejumlah Dusun di Kabupaten Ngawi, kompak menyemarakan agenda Bersih Dusun yang menjadi salah satu tradisi lokal di tanah Jawa.

Seperti dusun dusun yang lain, tepatnya di Dusun Ponjen, Desa Gemarang menggelar Kesenian Gambyong sebagai rangkaian ruwatan Bersih Dusun, bertempat di salah satu sendang yang merupakan mata air yang pertama di Dusun Ponjen.

Kegiatan tersebut disambut positif oleh Dra. Sunarni, M.Pd, selaku Kepala Desa Gemarang yang menilai kegiatan bersih dusun menjadi momentum yang tepat untuk membangkitkan eksistensi kesenian dan kebudayaan daerah, Jum’at (19/07/2022).

Kepala Desa Gemarang, Sunarni mengatakan, bersih dusun menjadi salah satu kegiatan yang kental akan budaya. Sebab didalamnya terdapat serangkaian kegiatan yang menjunjung tinggi nilai luhur dan adat istiadat yang merupakan ciri khas peninggalan leluhur yang kita lestarikan. Misalnya selamatan untuk kirim do’a kepada leluhur, yang dikemas dengan cara berbeda-beda sesuai tradisi di setiap kelurahan.

Ditambah lagi dengan adanya kesenian daerah “Gambyong” yang kali ini disuguhkan sebagai hiburan warga. Menurut beliau, serangkaian kegiatan itu mampu membangkitkan eksistensi seni dan budaya di daerah, yang sempat redup akibat dampak pandemi Covid-19.

Saat di temui awak media Kepala Dusun Ponjen, Aris Budianto mengatakan, tradisi bersih dusun rutin diselenggarakan oleh warga sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat dan hidayatnya yang selama ini di terima.

“Bersih Dusun merupakan slametan atau upacara adat Jawa untuk memberikan sesaji kepada danyang. Sesaji berasal dari warga berupa makanan dengan di wadahi tangkir dari daun pisang. Bersih dusun dilakukan oleh masyarakat untuk membersihkan dusun dari roh-roh jahat yang mengganggu. Maka sesaji diberikan kepada danyang, karena danyang dipercaya masyarakat sekitar sebagai penjaga sebuah dusun,” ungkapnya.

Tradisi Bersih Dusun sebagai upacara adat yang memiliki makna spiritual di baliknya, juga bertujuan untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat serta memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.C

“Tujuan bersih dusun adalah mendo’akan leluhur yanga babat alas pertama di dusun Ponjen, dimana menurut sesepuh terdahulu mengatakan bahwa yang babat alas di Ponjen adalah Mbah Suro yang merupakan tokoh Warok dari Ponorogo. Serta mendo’akan leluhur yang telah mendahului kita serta memohon berkat agar hasil panen berikutnya melimpah, seluruh warga diberi kesehatan dan menjadikan desa yang aman, tentram, gemah ripah loh jinawi,” pungkas Kepala Dusun Ponjen. (Agus C)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version