Ir. H. Sukarno, Anggota DPRD Kabupaten Pati Fraksi GolkarIr. H. Sukarno, Anggota DPRD Kabupaten Pati Fraksi Golkar

PATI – Kilasfakta.com, Pasca bencana banjir yang merendam areal pertanian selama kurang lebih dua minggu, para petani di Kabupaten Pati diminta oleh anggota Komisi B DPRD Pati, Sukarno bersiap menghadapi musim kemarau. Pasalnya, di musim kemarau panjang seringkali terjadi krisis pangan yang berdampak terhadap mahalnya harga bahan pokok.

Untuk menghadapi situasi ini, Sukarno mengingatkan agar para petani bisa menyimpan hasil panen pada Musim Tanam (MT) II nanti. Selain itu, pemerintah juga diminta perlu membantu, jangan sampai terjadi kelangkaan bahan pangan di Kabupaten Pati.

“Asumsi saya ini nanti juga ada global warning. Pasti nanti ada krisis energi dan pangan.  Petani saat panen, rata-rata pendapatanya harus disimpan untuk cadangan. Jadi mereka harus responsif dengan adanya isu kelangkaan energi pangan,” imbaunya.

Menurutnya, persoalan lain yang perlu diperhatikan pada saat kemarau nanti adalah hama tikus yang membuat petani gagal panen.  Selain itu, masalah yang lebih kompleks yang dirasakan oleh para petani adalah soal pupuk. Menurut dewan yang duduk di kursi komisi B ini, jika tidak langka harga pupuk sangat mahal.

“Informasinya di daerah Sukolilo, tikus merajalela. Soal hama menurut saya tidak ada masalah, tapi setelah tanda-tanda itu terutama kelangkaan pupuk, secara umum di Indonesia dan Pati masih mengandalkan pupuk kimia. Tapi beberapa subsidi dicabut dan lain sebagainya,” jelasnya.

Mahalnya harga pupuk inilah yang membuat petani menjerit. Ditambah, harga jual saat panen yang terbilang rendah. Inilah yang menurutnya harus diperhatikan oleh pemerintah. (Adv)

Tinggalkan Balasan