Oplus_131072

 

PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Antisipasi bencana alam memasuki musim hujan, Pemkab Pekalongan gelar Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana Alam, Apel dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Sukirman. Pada Kamis (9/10/2025).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi musim penghujan di wilayah Jawa Tengah berlangsung sejak September 2025 dengan puncaknya pada bulan Januari hingga Februari 2026. Untuk itu Pemerintah rapatkan barisan melalui kegiatan ini dengan melibatkan semua unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan TNI, Polri, dan para relawan kebencanaan.

Kabupaten Pekalongan
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan beserta Anggota Mengucapkan Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia Tahun 2025

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati membacakan sambutan tertulis Bupati Pekalongan yang menyampaikan perlunya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di Kabupaten Pekalongan. Terlebih wilayah 19 Kecamatan di Kota Santri tersebar dari hulu hingga hilir, dataran tinggi, Tengah hingga dataran rendah

“Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi musim penghujan di wilayah Jawa Tengah akan berlangsung sejak September 2025 dengan puncak pada Januari hingga Februari 2026”, ujar Wakil Bupati.

Wakil Bupati menambahkan, Sebagian besar wilayah Kabupaten Pekalongan saat ini telah mengalami hujan dengan intensitas cukup sering, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Oleh karena itu, Pemkab Pekalongan menekankan pentingnya mitigasi bencana guna mengantisipasi dan meminimalkan kerusakan maupun kerugian akibat bencana alam.

Wakil Bupati juga menyinggung peristiwa tanah longsor di Kecamatan Petungkriyono pada awal 2025 lalu sebagai pelajaran penting tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana alam sesuai kapasitas masing-masing.

“Kesiapsiagaan bukan hanya berarti menunggu datangnya bencana, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri lebih awal. Tidak hanya melalui ketersediaan sumber daya manusia dan sarana prasarana, tetapi juga dengan membekali masyarakat pengetahuan serta kesadaran akan risiko bencana”, imbuhnya.

Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kodim 0710/Pekalongan, Polres Pekalongan, instansi terkait, serta para relawan atas kerja sama dan kepedulian yang selalu ditunjukkan dalam setiap penanganan bencana di wilayah Kabupaten Pekalongan. (Kf)

Exit mobile version