Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono saat Rapat Kerja dengan Mendikdasmen RI terkait persetujuan RKA-K/L dan RKP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Foto : Karisma/AndriAnggota Komisi X DPR RI Juliyatmono saat Rapat Kerja dengan Mendikdasmen RI terkait persetujuan RKA-K/L dan RKP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Foto : Karisma/Andri

JAKARTA – Kilasfakta.com, – Peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan sarana dan pelaksanaan program unggulan. Pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta peningkatan kesejahteraan guru dinilai harus menjadi perhatian utama dalam penyusunan kebijakan pendidikan ke depan.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono saat Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI terkait persetujuan RKA-K/L dan RKP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, berbagai persoalan pendidikan yang selama ini muncul harus diselesaikan secara menyeluruh agar kualitas layanan pendidikan semakin baik dan mampu menjawab harapan masyarakat.

“Kita berharap pendidikan terus mendapatkan porsi yang sangat baik dengan kualitas studi yang makin membaik, kesejahteraan guru yang makin tertata, dan problem-problem yang sedang dihadapi dapat diatasi dengan baik,” ujar Juliyatmono.

Ia menekankan, perhatian terhadap tunjangan guru, karier, penggajian, penataan guru, hingga pendidikan profesi guru perlu menjadi bagian penting dalam kebijakan pendidikan nasional. Di samping itu, dukungan manajemen juga harus dipastikan berjalan dengan baik agar seluruh program pendidikan dapat terlaksana secara optimal.

“Termasuk di dalamnya adalah program dukungan manajemen harus terlebih dahulu dipastikan agar semua menjadi lebih nyaman, lebih baik, di samping program-program unggulan yang sedang dilakukan oleh Bapak Presiden bisa dipastikan dengan sangat baik,” katanya.

Selain aspek akademik, Juliyatmono menilai pendidikan karakter harus semakin diperkuat melalui pembiasaan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan pentingnya membangun budaya komunikasi yang santun dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.

“Kami sangat berpesan kepada seluruh guru agar menyentuh pendidikan karakter sehingga anak-anak memiliki kedewasaan, terbiasa berkata-kata yang sopan, yang menyejukkan, yang mendamaikan. Seluruhnya harus berorientasi untuk mempersatukan bahwa bangsa kita ini bangsa yang besar,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Ia juga berharap tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang tengah didorong pemerintah dapat diinternalisasikan secara baik dalam proses pendidikan sehingga mampu membentuk generasi yang berkarakter, berkeadaban, dan memiliki semangat persatuan.

“Kita menaruh harapan dan kepercayaan kepada jajaran Kemendikdasmen agar terus meningkatkan kualitas pendidikan menuju Indonesia yang lebih berkemajuan dan lebih berkeadaban,” pungkas legislator dari Dapil Jawa Tengah IV tersebut. (fa/ssb)