Muntamah, MM, M.PdMuntamah, MM, M.Pd

PATI – Kilasfakta.com, – Saat dimintai tanggapan terkait dengan nasib guru honorer yang tidak diterima sebagai PPPK, Hj. Muntamah, M.Pd. MM, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengaku prihatin. Dirinya menilai rendahnya gaji yang diterima para honorer yang bekerja di sekolah di Kabupaten Pati perlu mendapat perhatian.

“Kami merasa prihatin dengan nasib para honorer yang bekerja di sekolah, baik sebagai guru maupun penjaga sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini, honor yang diterima para honorer ini sangat minim. “Dan itu sudah dilakoni selama bertahun-tahun. Harapannya, saat rekrutmen PPPK dapat diprioritaskan dan ikut diterima. Namun, ternyata masih ada yang belum diterima sebagai PPPK dan terus menjadi honorer,” sambungnya.

Anggota deandari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap, pemerintah bisa memikirkan nasib mereka dengan menaikkan honor yang diterima. Misalnya, lanjut dia, dengan bisa dianggarkan lewat BOS.

“Dari anggaran BOS yang diterima sekolah, bagaimana supaya dapat dipergunakan untuk memberikan honor pada tenaga honorer di sekolah, baik penjaga sekolah maupun guru,” lanjutnya.

Anggota dewan yang duduk di Komisi D ini menambahkan, selama ini, tidak ada dana transfer dari pusat dan dari provinsi untuk guru yang diluar APBD. “Yang ada kan bantuan pusat hibah bansos ke desa atau kelompok masyarakat. Untuk guru masuknya APBD. Tidak ada dana dari pusat masuknya ke guru,” bebernya.

Oleh karena itu, Muntamah berharap guru honorer yang sudah mengabdi 3 tahun bisa diprioritaskan untuk masuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, Pemerintah Kabupaten Pati masih memprioritaskan guru honorer yang lolos passing grade seleksi PPPK  masuk kategori prioritas 1 (P1), dan langsung penempatan. (Adv)

Tinggalkan Balasan