Peningkatan Motivasi Belajar Dengan Pembelajaran Aktif TPS Pada Siswa Kelas VIPeningkatan Motivasi Belajar Dengan Pembelajaran Aktif TPS Pada Siswa Kelas VI

Peningkatan Motivasi Belajar Dengan Pembelajaran Aktif TPS Pada Siswa Kelas VI

Suaidah, S.Pd.SD

Guru SDN Kedumulyo 02, Kec. Sukolilo, Kab. Pati

Pembelajaran IPS di sekolah dasar mengajarkan kepada peserta didik tentang konsep dasar ilmu sosial, selain itu juga untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan baik nasional maupun global sehingga anak bisa mengikuti perkembangan jaman dan memiliki nlai-nilai yang luhur sehingga diharapkan menjadi bekal dalam kehidupannya. Dalam mewujudkan ketercapaian pendidikan IPS diperlukan berbagai upaya yang harus dilakukan oleh guru, diantaranya adalah perencanaan pembelajaran yang optimal, serta pemanfaatan metode pembelajaran yang tepat.

Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal tentunya diperlukan motivasi belajar yang tinggi dari siswa. Motivasi belajar menurut Sardiman (2018:75) adalah Keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Sehingga peran motivasi sangat vital dalam pembelajaran.

Namun yang terjadi saat ini pembelajaran IPS di sekolah dasar cenderung monoton sehingga menyebabkan siswa kurang bergairah dalam pembelajarannya. Hal ini juga terjadi di sekolah penulis yaitu SDN Kedumulyo 02, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pembelajaran IPS materi membandingkan keadaan sosial Indonesia dan Negara tetangga masih jauh dari yang diharapkan karena siswa cenderung tidak memiliki motivasi yang tinggi dalam pembelajaran, tentunya hal ini berdampak pada penurunan nilai atau hasil belajar yang diharapkan.

Berdasarkan analisis tersebut maka penulis berinisiatif untuk menggunakan metode pembelajaran aktif Think Pair And Share untuk selanjutnya ditulis dengan istilah TPS. Model pembelajaran TPS  merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, yang melibatkan siswa secara aktif belajar dalam suasana kelompok untuk saling memecahkan masalah belajar serta memiliki tanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri serta pembelajaran orang lain (Getter dan Rowe, 2008). Dalam metode ini siswa bukan hanya mempelajari materi yang diberikan, namun juga harus bisa bertanggung jawab untuk memberikan maupun mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain (Nurhadi dan Senduk, 2003). Hali ini menjadikan siswa saling tergantung satu dengan yang lain sehingga harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang dipelajari.

Langkah-langkah pembelajaran pada metode TPS sesuai dengan namanya sangat terkait dengan istilah Think, Pair dan  Share . pertama adalah thinking, pada tahap ini guru mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan pelajaran, kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan tersebut secara mandiri untuk beberapa saat. Kedua adalah pairing, pada tahap ini guru meminta siswa untuk berkelompok terdiri dari 2 anggota untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama. Ketiga adalah sharing, pada tahap ini guru meminta kepada pasangan atau kelompok tadi untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka diskusikan. Hal ini dilakukan secara bergiliran antar pasangan dan dilanjutkan dengan melaporkan hasil diskusinya di depan kelas.

Dengan penerapan metode aktif TPS ini terbukti mampu meningkatkan motivasi pembelajaran siswa pada mata pelajaran IPS dengan materi membandingkan keadaan sosial Indonesia dan negara tetangga. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai yang didapatkan oleh siswa di atas target yang telah ditentukan. Dengan metode ini terbukti siswa juga menjadi lebih aktif dalam pembelajaran secara mandiri maupun berkelompok. Sehingga metode pembelajaran aktif Think Pair And Share sangat cocok jika digunakan oleh semua guru untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version