REMBANG – Kilasfakta.com. Keutamaan di bulan Ramadhan, selain menjalankan satu di antara rukun Islam, pada bulan tersebut umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan karena pintu pahala dibuka lebar. Satu di antara amalan sholeh yang bisa dilakukan saat bulan Ramadhan adalah saling mengucapkan salam dan nasihat, berdoa serta berbuka puasa bersama. Berbuka puasa merupakan momen yang dinanti setelah lebih dari 12 jam menahan haus, lapar, serta nafsu lainnya.

“Kebahagiaan Ramadhan bukan dilihat seberapa mewah dan banyaknya santapan berbuka puasanya atau dengan siapa dia berbuka puasa. Namun, kebahagiaan Ramadhan terletak pada rasa syukur karena bisa kuat menahan semua cobaan ketika puasa”.

Memasuki sepuluh hari kedua puasa Ramadhan, Sabtu,16/04/22 gabungan komunitas peduli sosial kabupaten Rembang terdiri dari Persatuan Istri Tentara (PERSIT), Gerakan Wanita Sejahtera (GWS), Pesatuan Penata Rambut dan Kecantikan Kulit Tiara Kusuma, Dinas kelautan dan Perikanan yang dikoordinir oleh Dinas Sosial Kabupaten Rembang mengadakan buka puasa bersama sekaligus memperingati hari Nelayan Nasional dan Hari Kartini bersama sama dengan anak-anak yatim binaan yayasan Aswirusani Asmaul Husna Bangkit An Naba.

Kegiatan buka puasa bersama, doa bersama dan santunan yatim tersebut dilaksanakan dengan cara sederhana di lokasi pantai desa Pandean kecamatan kota Rembang, sebelum sesi pelaksanaan buka puasa bersama terlebih dahulu dilakukan pembinaan generasi milineal oleh dinas kelautan dan perikanan tentang fungsi dan manfaat laut bagi manusia, semilir angin di pinggir pantai membuat suasana shilaturahim dan buka puasa bersama berjalan dengan penuh hikmat.

Hadir dalam kesempatan acara tersebut Ketua Persit KCK Cabang XLI Kodim 0720/Rembang Asih Donan Wahyu Sejati S.Sos, dari dinas Kelautan dan perikanan yang diwakili Herry Martono, SE Sub Kordinator Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, dari dinas Sosial Santi Handayani, dari Ketua GWS Hatini, ketua Tiara Kusuma Iin Zaenuri, kepala desa Pandean Kusriyanto beserta perangkat desa, serta wali yatim dan anak anak yatim binaan yayasan Aswirusani An Naba.

Dalam sambutannya ketua Persit Asih Donan Wahyu Sejati memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan buka bersama ini, dan menyampaikan ucapan terima kasih atas undangannya yang diberikan. “Semoga dalam kegiatan selanjutnya bisa terus ikut berpartisipasi” terang Donan.

Sedangkan dari ketua TIARA Kusuma Iin Zaenuri menyampaikan “saya sangat senang bisa ikut berpartisipasi, semoga kedepannya bisa ikut membantu membekali adik adik yatim binaan dengan ilmu” terangnya.

Sementara itu dari dinas kelautan Herry Murtono, SE banyak memberikan motivasi dan pembinaan kepada crew yayasan dan generasi milineal serta memberikan kesempatan peluang kerjasaama dalam pengolahan ikan, pemahaman tentang seputar laut dan nelayan terutama soal cara penangkapan ikan yang baik dan benar, “anak anak sedini mungkin harus sudah mulai dikenalkan tentang keanekaragaman hasil laut dan bagaimana cara memancing ikan agar tidak merusak lingkungan laut” ungkap Herry.

Pada kesempatan yang sama sebelum acara buka bersama dimulai diawali dulu serangkaian acara menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pembacaan asmaul Husna, mendengarkan dongeng Islami. Sehingga nuansa keagamaan dan kebersamaan terasa begitu hikmat seraya menunggu adzan magrib berkumandang untuk buka Puasa bersama.

Pembina Yayasan Suryo Kusmin dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud syukur akan datangnya bulan Suci Ramadan, mempererat tali persaudaraan dan berbagi kebahagian dengan menyedekahkan sebagian rezeki yang Allah berikan.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut Santi Andayani dari Dinas Sosial berpsesan “Anak didik yang sholih & sholihah hrs kita jaga guna membangun generasi bangsa yg berkualitas dan manfaat utk agama dan negara” terang Santi.

Momentum ini merupakan sarana mengembangkan keilmuan, potensi dan kepercayaan diri klien dalam mengaktualisasikan diri terutama dalam masalah keagamaan, dan mengaktualisasikan makna shilaturahim.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kebahagian dalam setiap kebersamaan, sarana memakmurkan Bulan Ramadan dengan amal-amalan, Sehingga mampu mencapai predikat insan yang bertakwa kepada Allah dan Rasul-Nya. (Mad/Rob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *