NGAWI – Kilasfakta.com, Peningkatan pembangunan insfrastruktur masih menjadi skala prioritas di wilayah pedesaan, dengan adanya dana desa dimanfaatkan oleh pemerintah desa Ngrendeng, kecamatan Sine, kabupaten Ngawi untuk membangun beberapa sarana insfrastruktur.

Desa Ngrendeng terletak di wilayah pegunungan dengan kultur dan kondisi rawan longsor, dalam mengantisipasi hal tersebut pemerintah desa membangun Tembok Penahan Tanah (TPT).

Pembangunan TPT tersebut merupakan hasil dari musyawarah desa yang telah disepakati oleh semua elemen desa, karena setiap melangkah dalam segala hal pemerintah desa Ngrendeng selalu mengutamakan dan berdasarkan musyawarah desa.

Ananda Deo Prasetyo selaku ketua TPK desa Ngrendeng menyampaikan, pembangunan talud jalan desa bersumber dari anggaran DD tahun 2024, yang terletak di dusun Ngrendeng Rt 01 Rw 01.

Sesuai dengan besaran anggaran yang direncanakan, pembangunan talud jalan desa yang terletak di dusun Ngrendeng dengan volume 48,94 m3, besar anggaran Rp. 71.171.000,- bersumber dari Dana Desa TA 2024.

“Dalam pengerjaannya pemerintah Desa Ngrendeng melibatkan semua unsur terkait, terutama dalam pengawasan dilapangan dan dalam pelaksanaan pengerjaanya tetap mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui skema padat karya tunai, ucap ketua TPK desa Ngrendeng.

Di tempat terpisah Joko Susanto selaku kepala Desa Ngrendeng mengatakan, adanya pembangunan talud/TPT jalan Desa ini sekaligus agar terlihat rapi dan bersih serta untuk mencegah terjadinya longsor/ambrol di saat musim penghujan sekaligus supaya jalan desa bisa menjadi kuat dan tidak mudah rusak. Sehingga aktivitas warga tetap bisa lancar dan bisa menjadikan peningkatan perekonomian masyarakat Desa Ngrendeng menjadi lebih baik, katanya. Senin (03/06/2024).

Mbah Joko (sapaan kades Ngrendeng) menambahkan, dalam aktivitasnya sehari-sehari warga desa Ngrendeng bisa lancar bila akses jalannya bagus. Mengingat Desa Ngrendeng ini wilayahnya pegunungan, maka dari itu untuk pembangunan talud/TPT sangatlah penting guna mencegah terjadinya jalan ambrol/longsor.

“Karena jika terjadi kerusakan atau ada jalan yang ambrol, sudah pasti akan menghambat aktivitas pengguna jalan dan berdampak buruk pada perekonomian warga yang melintas khususnya warga Dusun Ngrendeng.

Kades berharap, setelah adanya pembangunan talud tersebut bisa manfaat untuk masyarakat pengguna jalan dan kedepanya bisa meningkatkan ekonomi warga masyarakat. Khususnya warga desa Ngrendeng, dengan dampak peningkatan ekonomi yang lebih baik tanpa ada kendala jalan yang rusak, pungkasnya. (Agus C)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *