Oplus_131072

PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Krisis keuangan yang melanda KSPPS BMT Mitra Umat kini mencapai titik yang menghawatirkan. Ribuan nasabah yang didominasi oleh kalangan ekonomi menengah ke bawah hingga kini masih menantikan kejelasan atas dana yang mereka tabungkan. Di tengah tekanan publik yang kian meningkat, Ketua KSPPS BMT Mitra Umat, M. Zaenudin, akhirnya angkat bicara mengenai persoalan yang tengah membelenggu institusi yang dipimpinnya.

M. Zaenudin secara terbuka mengungkapkan rasa kekecewaan yang mendalam atas situasi yang ia hadapi. Ia merasa “ditinggalkan” oleh para pengurus lainnya, yang antara lain wakil Ketua, sekretaris, bendahara, hingga bagian keuangan yang menurutnya tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan bersama.

Kota Pekalongan

”Saya sangat kecewa, karena permasalahan ini seakan saya tanggung sendiri. Padahal, di posisi saat ini atas dasar permintaan teman-teman pengurus untuk membantu menyelesaikan masalah, namun justru berakhir dengan kondisi seperti ini. Seharusnya, kita bisa duduk bersama mencari solusi, bukan saling meninggalkan tanpa pertanggungjawaban yang jelas,” Ungkapnya.

Menanggapi tudingan miring yang dikaitkan dengan dugaan penyelewengan dana untuk kepentingan pribadi, Zaenudin memberikan respons tegas. Ia merasa perlu melakukan langkah terakhir untuk membuktikan integritasnya di hadapan publik.

Oplus_131072

Zaenudin secara terbuka menantang seluruh pengurus BMT Mitra Umat, yakni Arif, Eko, Musya, dan Lita, untuk melakukan Mubahalah (sumpah kutukan bagi pihak yang berbohong dalam perkara agama dan kebenaran). Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir ketika jalur musyawarah dinilai buntu.

”Mari kita Mubahalah di hadapan masyarakat agar semuanya jelas, ke mana larinya dana tersebut. Ini saya lakukan bukan hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi untuk membersihkan nama baik saya dan keluarga yang selama ini tertekan secara psikis akibat peristiwa ini,” tegasnya.

Ketua pengurus KSPPS BMT Mitra Umat menegaskan, bahwa ia tidak akan berhenti berupaya dan berkomitmen untuk terus mencari cara agar hak-hak nasabah dapat kembali, walaupun upaya yang dilakukan hingga saat ini belum mencapai hasil secara maksimal.

Kota Pekalongan
Foto: Lima Pengurus KSPPS BMT Mitra Umat Kota Pekalongan yang ditantang Mubahalah oleh Pimpinan KSPPS BMT Mitra Umat demi Syari’at Agama dan Kebenaran

Selain itu, pihaknya mengajak seluruh anggota dan nasabah KSPPS BMT Mitra Umat untuk tetap menjaga kondusivitas dan ketenangan. Persoalan hukum dan finansial yang kompleks memerlukan waktu dan ketelitian dalam proses penyelesaiannya.

Diharapkan seluruh pihak dapat memberikan ruang bagi proses verifikasi dan penyelesaian yang sedang diupayakan. Kesabaran dan dukungan dari bapak/ibu sekalian merupakan elemen penting agar proses pengembalian hak-hak nasabah dapat berjalan dengan lebih terukur dan transparan. Mari kita kedepankan sikap saling menghargai demi tercapainya solusi terbaik yang berkeadilan bagi seluruh pihak yang terdampak. (Kf)